Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibbatullah Diperiksa KPK Dalam Kasus Korupsi Mustafa

Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibbatullah. Foto: Istimewa.

Fajar Sumatera – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] kembali melakukan permintaan keterangan kepada sejumlah orang yang tujuannya untuk melengkapi berkas perkara tersangka korupsi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa alias MUS. Pemeriksaan ini diketahui berlangsung di Kantor SPN Polda Lampung, Kamis, 22 Oktober 2020.

Berdasarkan informasi yang disampaikan KPK, mereka yang menjalani pemeriksaan berjumlah delapan orang. Berikut nama atau identitas serta status para saksi terperiksa:

Baca Juga:  KPK Bidik Pajak Air Bawah Tanah Perusahaan di Lampung

1. Ridduan Agus Taqwa, seorang wiraswasta.
2. Leo Misnan, seorang wiraswasta.
3. Rico Yonazan, seorang wiraswasta.
4. Mamat, seorang wiraswasta.
5. Gunawan, seorang wiraswasta.
6. Norman, seorang wiraswasta.
7. Muhibbatullah, Kepala Inspektorat Lampung Tengah.
8. Hendra Muzaini, seorang wiraswasta.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri kepada Fajar Sumatera mengatakan, kedelapan saksi terperiksa diperiksa untuk MUS. Ia menyatakan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan perkara Tindak Pidana Korupsi [TPK] terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.

Baca Juga:  Jaksa Agung Benarkan Anak Buahnya Sedang Telusuri Dugaan Korupsi Dana Bansos Covid-19 di Lampung Timur

KPK menduga Mustafa menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga. Kisaran fee disebut sebesar 10 persen-20 persen dari nilai proyek. KPK menduga, Mustafa telah menerima uang senilai sekitar Rp95 miliar yang diperoleh pada kurun Mei 2017 hingga Februari 2018 dan dipergunakan untuk kepentingannya.

Terkait dugaan penerimaan suap dan gratifikasi tersebut, KPK menyangkakan Mustafa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP.

Baca Juga:  KPK Yakin Masyarakat Lampung Tidak Pilih Cagub Tersangka Korupsi

Reporter: Ricardo Hutabarat

KPK Mustafa Nunik

Posting Terkait