Kesbangpol Antisipasi Konflik Sosial

 

 

METRO-Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Metro menggelar pembinaan penanganan konflik sosial di LEC Kartika Metro Kamis (16/11). Kegiatan itu diikuti 130 peserta dengan menghadirikan tiga narasumber.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Metro Deddy Fryady Ramli mengatakan maksud sosialisasi itu sebagai kegiatan rencana aksi terpadu penanganan gangguan keamanan daerah.

“Dengan tujuan, untuk meningkatkan partisipasi peserta dalam pelaksanaan penanganan konflik sosial masyarakat. Dalam rangka terwujudnya situasi yang aman, tertib dan tentram, sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai dengan apa yang di cita-citakan, guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ucapnya.

Baca Juga:  Pjs Gubernur Lampung Tinjau Kesiapan Kesbangpol Jelang Pilkada

Wali Kota Metro Achmad Pairin menyambut baik atas terlaksananya kegiatan ini, khususnya terkait dalam upaya mengantisipasi dan mencegah gangguan keamanan di Metro.

“Munculnya konflik karenakan ada perbedaan dan keragaman. Negara kita dengan jumlah penduduk yang sangat besar dapat berpotensi konfik, yang bernuansa suku, agama, ras dan konflik antar golongan,” ungkap Achmad Pairin.

Oleh karenanya, pemkot secara tegas menyatakan dukungan terhadap kegiatan aksi terpadu penanganan gangguan keamanan daerah. Dan menolak secara tegas berkembangnya ajaran Ormas yang tidak sesuai dengan ideology Pancasila dan kebhinekaan bangsa kita.

Baca Juga:  Konflik Satwa Terbentur Birokrasi

Peserta dan masyarakat diajak untuk senantiasa bekerjasama dalam mencegah berkembangnya gangguan keamanan di Metro dan Lampung pada umumnya.

Kepala Bidang Penanganan Konflik Kesbangpol Lampung Firdaus mengatakan penanganan konflik sosial merupakan program strategis nasional, yang telah di atur pada Perpres No. 74/ 2013 dan Permendagri No. 12 dan 13/2016.

Dalam aturan tersebut dimaksudkan, agar menyusun program kegiatan untuk pencegahan konflik. Dan saat ini Lampung menempati peringkat pertama dari hasil evaluasi Rencana Aksi Daerah Penanganan Konflik Sosial Tahun 2017 periode B-04 (April) untuk Regional Sumatera dan Jawa. nilai ini dapat terus dipertahankan hingga penilaian periode B 08 (Agustus) dan B 12 (Desember).

Baca Juga:  Kesbangpol Beri Pemahaman Tentang Bahaya RKT

“Kami juga mengharapkan bila terjadi masalah untuk segera dilaporkan. Apalagi, dalam waktu dekat ini kita akan melakukan pemilu, hal ini biasa memicu terjadinya konflik.(ro)

1,032 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Antisipasi Kesbangpol Konflik metro Sosial

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan