Koalisi untuk Mustafa Kurang, NasDem ikuti Dinamika Politik

BANDARLAMPUNG,- Kekurangan satu kursi bagi balonkada, Mustafa guna memenuhi persyaratan penetapan pasangan calon pada 6-7 Januari 2018 mendatang, dinilai DPP NasDem bahwa pihaknya tengah mengikuti dinamika politik di Lampung untuk mengusung dan memenangkan Mustafa di Pilgub pada Juni 2018.

“Kami tengah mengikuti dinamika politik di Lampung yang tinggi untuk mencari partai koalisi agar Mustafa bisa maju di ajang pilgub mendatang,” Kata Kata Korwil DPP NasDem Lampung, Taufik Basari, Selasa (19/9).

Pihaknya memberi dukungan penuh pencalonan Ketua DPW Nasdem Lampung untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) pada 2018 mendatang.

“Kami mendukung langkah Musfata untuk maju di pilgub,”ungkapnya.

Pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi politik di tingkat DPP dengan partai lain guna memuluskan langkah orang nomor satu di partai besutan Surya Paloh  untuk mengikuti pesta Demokrasi lima tahunan di tingkat provinsi.

Baca Juga:  Kadernya Kembali Kena OTT, Ini Kata Sekretaris Nasdem Lampung

“Kami (DPP) juga ikut menjalin komunikasi politik dengan parpol lainnya,” ucapnya.

Selain itu pihaknya  rutin melakukan konsolidasi, baik pemenangan pilkada dan kepengurusan. Partai NasDem sejak awal telah mempersiapkan verifikasi partai politik sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti pemilu 2019 mendatang.

“Partai NasDem di Lampung sudah berjalan dengan baik dan kepengurusan di daerah sudah semakin kuat serta ditambah lagi adanya beberapa tokoh yang telah bergabung atau untuk menjadi bakal calon dari partai besutan Surya Paloh ini,” pungkasnya.

Baca Juga:  NasDem Lampung Gelar Doa Bersama Untuk Warga Palu

Untuk diketahui, Pencalonan Ketua DPW NasDem sebagai bakal calon gubernur (balongub) masih tersandung persyaratan 17 kursi untuk maju sebagai calonkada di pilgub mendatang.

Sebab, delapan kursi partai NasDem bersama koalisi delapan kursi PKS  masih belum memenuhi persyaratan 17 kursi untuk maju sebagai calonkada.

Sementara itu, terkait kabar mundurnya anggota DPW NasDem Lampung, Ari Meizary dinilai pengamat politik Unila, Toni Wijaya kemungkinan itu sebagai bentuk kekecewaan personal terhadap partai.

“Baiknya sih seperti itu, kalau memang sudah tidak ada kecocokan dengan partai kita bisa berhenti,” ucapnya.

Terkait apakah mundurnya Ketua Kadin Lampung ini akan berpengaruh pada tim pemenangan Ketua DPW NasDem Lampung, Mustafa, Toni menilai belum bisa memastikan dampak mundurnya anggota DPW NasDem ini akan berpengaruh pada pencalonan Bupati Lamteng pada pilgub mendatang.

Baca Juga:  14 Maret, Nasdem Lampung Umumkan Rekomendasi

“Itu semua sangat bergantung pada seberapa besar pengaruh beliau (Ari Meyzari) terhadap partai selama ini,”ucapnya.

Ia berharap, DPW NasDem dapat menemukan sosok pengganti Ari Meizary sebagai anggota DPW NasDem dengan beberapa kriteria diantaranya, berasal kader lama internal yang militan, loyal dalam membesarkan partai selama ini.

Kedua, memiliki sikap intelektual. Ketiga, mampu mengatasi segala tekanan terhadap partai secara santai.

“Biasanya orang berlatar belakang pebisnis ini lebih cenderung bersikap santai dalam mencari solusi permasalahan yang ada,” ungkapnya.(TM)

Koalisi NasDem Lampung

Posting Terkait