Komisi II Segera Tindaklanjuti Videotron PT Gudang Garam

Ilustrasi (Ist)

BANDARLAMPUNG,-Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung, Poltak Aritonang, mengaku pihaknya akan bersegera menindak lanjuti terkait adanya iklan Videotron milik PT Gudang Garam yang menyalahi Peraturan Wali (Perwali) NO: 16 Tahun 2014 tentang zona iklan reklame.

“Kita akan menindak lanjuti pelanggaran itu (Pelanggaran Perwali), sebab hal tersebut guna memberikan rasa jera untuk pas perusahaan yang telah melanggar peraturan,” tegas Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung, Poltak Aritonang, saat dihubungi wartawan Fajar Sumatera, Jumat (25/8).

Selain itu, hal tersebut bertujuan untuk menegakkan peraturan yang berlaku, terlebih, dalam iklan tersebut terpampang bahwa lokasi video itu berada dijalan Wolter mongonsidi, namun fakta dilapangan, bahwa lokasi iklan tersebut jelas berada di jalan Kartini (Protokol).

“Diiklan tertera bahwa alamat video itu terletak dijalan Wolter Mongonsidi, namun ketika dilapangan iklan ini terletak dijalan Kartini,” paparnya.

Baca Juga:  DPRD Endus Parktik Kotor PT Gudang Garam

Dikutip dari berita sebelumnya. Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, menegaskan bahwa Videotron Iklan Rokok milik PT. Gudang garam harus di copot, pasalnya iklan tersebut menyalahi Peraturan  Daerah (Perda) No 16 Tahun 2014 tentang iklan rokok tidak di perbolehkan berada di sekitar jalan Protokol Kota.

“Iklan rokok yang berada dijalan tersebut menyalahi aturan, selain pengelabuan alamat dia berada dijalan protokol kota,” kata Ketua Komisi II, Poltak Aritonang, saat meninjau lokasi penempatan Videotron, di jalan Kartini.

Selain itu, menurutnya pemasangan yang tidak sesuai dengan mekanisme ini juga, selain menyalahi aturan Perda, Pemasangan Videotron ini juga telah mengelabui alamat, dibeberkan Politisi Nasdem itu, videotron iklan Gudang Garam dengan advertising PT Adhikarya Jaya yang telah terpasang didepan tugu pengantin kelurana Gotong Royong, alamat uang teretera yaitu Wolter Mengonsidi, akan tetapi fakta di lapangan iklan tersebut terpasang berada di ruko Modern Loundy berada dijalan Kartini, Tanjung Karang Bandarlampung.

Baca Juga:  Dinas Pajak Lengah Kawal Perwali, Terkait Videotron

“Ini sudah pengelabuan, kami menduga juga selain pengelabuan alamat, ini pun telah mengelabui pajak, pajaknya yang dibayarkan ilegal ini, tidak benar semua ini, videotron yang berisi iklan rokok ini harus dicopot karena telah melanggar aturan yang ada,” tegas Poltak.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut pihak advertising videotron PT Adhikarya Jaya, Akak mengikuti apa yang akan di rekomendasikan pemerintah setempat dalam mengambil jalan terbait, “Kami sangat koopratif yang jelas permohonan kami untuk pemasangan Vidoetron berada dijalan Wolter Mangonsidi, diberikan ditempat ini ya kami pikir benar makanya kami diam saja, namun yang jelas apa hasil dari pemerintah nanti kami akan ikuti, kami juga akan menunggu surat dari pemerintah setempat,” terang HR, Manager PT Adhikarya Jaya, Shinta.

Baca Juga:  Videotron Gudang Garam Terindikasi Adanya Permainan Kotor

Dan juga, lanjut salah seorang GM Adhikarya Jaya, Jihat Akbar mengungkapkan mengenai pembayaran pajak yang wajib dibayarkan dalam pemasangan videotron ini pun, yang diakuinya ini pun selalu tepat waktu dan sesuai dengan yang tertera dalam mekanisme pemasangan.

“Untuk pajak yang wajib kami bayarkan sekitar Rp500 juta, karena alamat yang tertera didalam surat permohonan yaitu Jalan Wolter Mangonsidi, mungkin ada keliruan dari sananya (Dinas terkait) dalam pemasangan videotronnya,” tandasnya. (JI)

Videotron

Posting Terkait