Konflik Antar Elite, Bisa Sebabkan Rontoknya Elektabilitas Partai Golkar

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto dalam acara Polemik Radio MNC Trijaya Network bertema ‘Beringin Diterpa Angin’ di Warung Daun, Jakarta Pusat. Foto/Sutikno/SINDOphoto

JAKARTA – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto melihat ada dua tantangan yang dihadapi Partai Golkar saat ini. Tantangan itu terkait persoalan internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca Juga:  Nasib Arinal Tinggal Sepenggal

Pertama, kata dia, terkait basis struktur partai. “Ada problem proses komunikasi di internal,” ujar Gun Gun dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk ‘Beringin Diterpa Angin’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017).

Lalu, yang kedua adalah bagaimana Partai Golkar mengelola kepercayaan masyarakat. Terlebih, ada harapan dari masyarakat kepada Partai Golkar.

Baca Juga:  Alzier Didukung 11 DPD

“Tentu berhubungan dengan hope. Konflik yang terjadi antar elite, bisa menyebabkan rontoknya elektabilitas Partai Golkar,” katanya, seperti yang dilansir dari sindonews.com.

Baca Juga: Dua Poros Berebut Restu Jokowi untuk Jadi Ketua Umum Golkar

Selain itu, kata dia, ada agenda nasional besar yang bakal dihadapi Partai Golkar ke depan.  Maka itu, para elite Partai Golkar harus bisa menangani tantangan itu.

Baca Juga:  Tim Kerja Pemenangan Partai Golkar Antusias Ikuti Pemantapan dan Pembekalan

“Proses itu tahapannya sudah mulai, seperti kandidasi di internal, Januari ada pendaftaran resmi di KPU, berhimpitan dengan agenda nasional di pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres),” bebernya.

Sekadar diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). (net)

Golkar

Posting Terkait