Lahan Ponpes Nurul Huda Disoal Warga

Pesawaran (FS) – Terkait simpang siurnya permasalahan lahan milik desa pejambon, yang di pakai pihak yayasan pondok pesantren nurul huda, menjadi pertanyaan besar, para tokoh masyarakat, dan masyarakat warga desa pejambon.

Hal tersebut di jelaskan salah satu tokoh masyarakat, yang juga mantan Pejabat sementara kades di tahun 2000 sampai dengan 2003, desa pejambon, M sastro (80),yang mengatakan, bahwa benar lokasi di bangunnya pondok pesantren nurul huda tersebut, adalah aset milik desa pejambon,

“itu tadinya lapangan bola, tempat masyrakat berolah raga, namun di alih fungsikan oleh pemilik asli lahan tersebut, menjadi lahan untuk di bangun masjid, namun kendati di bangunnya pondok pesantren, itu keputusan kepala desa yang saat itu menjabat, bapak edi wartoyo, secara sepihak, tanpa persetujuan masyarakat,” ujarnya

Kemudian, Rasidi,(55) salah satu warga yang tinggal, di sekitar pondok pesantren, menjelaskan bahwa lapangan bola lahan di bangunnya pondok itu milik warga, karena merupakan aset desa pejambon,

“awalnya lahan tersebut, adalah lapangan sepak bola selias 90x 80 meter,namun karena kurang lebar,lahan olah raga di pindah dengan membeli lahan lain dengan cara iuran masyarakat desa pejambon, namun mengenai pembangunan pondok pesantren di atas lahan aset desa tersebut dia tidak menegerti, karena saat itu, di saat dia sempat menjadi kaur kesra di pemerintahan desa pejambon, dia mengundurkan diri karena, kerap tidak di ikut sertakan kegiatan desa,” jelasnya

Disisi lain, pengurus pondok pesantren, Nurul huda, ustad muhtamar imam mujri, dia baru satu tahun ini di percaya mengelola, pondok pesantren, yang di ketahui masuk dalam kelompok pondok pesantren se kabupaten pesawaran, dan mengenai status lahan di bangunnya pondok ini merupakan lahan wakaf,

“yang sy ketahui, merupakan lahan wakaf, dan statusnya diketahui pihak kementrian agama, dan pihak BPN setempat, namun terlepas kondisi status lahan,dia hanya di tugaskan, dan tugasnya hanya mendidik, dan Semoga dengan adanya pondok pesantren, warga dapat di untungkan karena sebagai sarana pendidikan,” ujarnya

Sebagai masyarakarat, rasidin(60) mengatakan di untungkan dengan adanya pembangunan pondok pesatren, karena merupakan sarana pendidikan bagi anak-anak di desa pejambon.

“intinya pembangunan, pondok pesantren ini, jadi manfaat terutama untuk anak kami, karena fasilitas pendidikan yang dekat, terlepas urusan kondisi, status lahan aset milik desa, ”
(Dponco)

Posting Terkait