Lampung Berupaya Menjadi Garda Terdepan Bencana Alam

Gubenur Lampung, M.Ridho Ficardo

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov,) Lampung, dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos), terus berupaya menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Salah satunya dengan pembentukan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Kepala Dinsos Lampung, Sumarju Saeni, menjelaskan, jumlah Tagana saat ini sebanyak 508 orang, hal tersebut tentu saja tidak sebanding dengan luas wilayah di Provinsi Lampung sehingga perlu penambahan anggota. Disamping itu, kejadian bencana alam tidak dapat diprediksi  sebelumnya.

“Oleh karena itu Tagana sebagai garda terdepan dalam penanganan korban bencana harus selalu siap siaga,” ucap Sumarju, Minggu (16/7).

Baca Juga:  Gubernur Lampung Minta Kepala Desa Kreatif

Pihaknya berharap, Tagana agar selalu meningkatkan kemampuan dirinya maupun kemampuan tim baik dibidang shelter, logistik, dapur umum maupun psikososial. Sehingga, penanganan korban bencana dapat dilaksanakan secara cepat, tepat sasaran, dan tepat waktu sehingga meminimalisir korban jiwa.

Untuk diketahui, sebelumnya, pelatihan Tagana Muda yang diikuti oleh 50 peserta, merupakan utusan Dinsos kabupaten/kota, serta dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung, bersama komunitas Scoter Owner Groub (SOG) Lampung. Dimana pada hakekatnya untuk merekrut para relawan khususnya dalam penanganan korban bencana berbasis masyarakat.

Dari data yang dihimpun, Provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini, nerupakan daerah yang rawan bencana baik alam maupun bencana sosial. Secara topografi Lampung merupakan daerah perbukitan, dsamping itu juga memiliki anak Gunung Krakatau yang merupakan gunung berapi yang sangat aktif. Sehingga Lampung berpotensi sebagai daerah rawan gempa bumi, stunami, angin puting beliung, banjir serta tanah longsor.

Baca Juga:  Ridho Titip Doa Buat Lampung

Disamping bencana alam, Provinsi berlambang Siger ini juga berpotensi terjadinya bencana sosial atau dikenal dengan konflik sosial. Hal tersebut mengingat
Provinsi Lampung merupakan daerah dengan berbagai suku, agama, adat istiadat serta budaya.

Berdasarkan pendataan Polda Lampung pada tahun 2015, Provinsi Lampung terdapat 62 titik rawan konflik. Sebagai pemicu konflik yakni Polek Sosbud sebanyak 53 titik, batas wilayah 3 titik, dan sumber daya alam terdapat 6 titik.

Baca Juga:  Gubernur Lampung: Perbaikan Ruas Jalan Simpang Korpri-Sukadamai Selesai Tahun ini

Hampir semua kabupaten/kota terdapat titik rawan konflik. Namun, yang terbanyak yakni di Kabupaten Lampung Selatan dengan 9 titik. Poleksosbud menempati 6 titik, batas wilayah 1 titik, dan sumber daya alam sebanyak 3 titik. Namun, yang menggembirakan tidak diketemukan potensi konflik yang disebabkan oleh SARA.

Dibidang penanganan konflik sosial, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, pada tahub 2016, mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo, sebagai Provinsi yang tercepat dalam penanganan konfik sosial.(ZN)

Gubernur Lampung Gubrnur ridho

Posting Terkait