Lebaran di Rumah Janda

Agui

Agui

Yang namanya Lebaran identik dengan pulang kampung bersama keluarga. Lain halnya dengan Darto (nama disamarkan), usia 35 tahun. Dia bilang ke isteri dan anak-anaknya terpaksa pulang kampung sendirian lantaran keterbatasan anggaran. Eeeeh… tak tahunya dia nginep sampai berhari-hari di rumah janda, sebut saja Darti, usia 27 tahun. Dia dapat fasilitas kelonan 24 jam nonstop.

Lebaran 1438 H ini Kementrian Perhubungan dapat acungan jempol publik. Sebab arus mudik dan arus balik berjalan lancar, tak ada pengendara mobil yang Lebaran di jalan.

Menteri Perhubungan Budikarya Sumadi memang adi dalam karya, sehingga para pemudik pun puas.

Baca Juga:  Kutunggu Jandamu

Karenanya Mentri Negara Urusan Mudik tidak perlu diwacanakan dan dibentuk. Tapi pemudik sekaligus arus balik paling mujur, mungkin hanyalah Darto, warga Tanjungkarang, Bandarlampung.

Ketika orang tak sampai nginep di jalan, dia malah nginep di rumah janda Darti di Gunungsugih. Selama tiga hari di sana, dia dapat pelayanan ranjang gratis. Maka meski isi kantong sudah ludes, “si entong” jusrtru selalu terjamin.

Padahal dia izin ke isteri dan anak-anaknya, akan berlebaran di rumah orang tuanya, di Tangerang, Banten. Tak tahunya dia pulang ke rumah Janda di Gunungsugih. Darti tak pernah keberatan kekasihnya itu sampai nginep segala. Sebab dia juga menikmati kunjungan itu.

Baca Juga:  Ada Ikan di Leher Suami

Darto hepi bener di rumah Darti. Arus balik lainya kantong ludes, dia punya “entong” malah entuk-entukan. Meski tamu Darto dipersilakan tidur satu ranjang dengan Darti, termasuk dengan segala aktivitasnya. Darto ini benar-benar berperilaku seperti orang minum obat, tiga kali sehari sesendok makan. Kocok dulu sebelum pakai. Bila nikmat berlanjut, hubungi dokter terdekat.

Ternyata, tetangga Darti mengawasi tamunya. Ketika Darto menginap hanya semalam, warga masih bisa memaklumi. Tapi ketika sudah tiga hari belum juga pergi, penduduk pun jadi gerah.

Baca Juga:  Mulut Pengantin Baru

Warga pun lalu konsultasi dengan Pak Kades, minta petunjuk untuk menggerebek pasangan Darto-Darti itu. Awalnya melarang, tapi karena warga ngotot untuk menggerebek, akhirnya diizinkan. Tapi pesan Pak Kades, jangan sampai terjadi anarkis.

Penggerebekan dalam rangka amar makruf nahi munkar itu berlangsung. Tapi ternyata Darti mengklaim bahwa tidak ada lelaki di rumahnya.

Warga tentu saja tak percaya. Warga pun masuk ke ruamhnya dan menggeledah semua ruangan. Tapi Darto benar-benar tidak ada. Ternyata Darto sudah kabur lewat pintu belakang. Dia sudah mengendnus akan ada penggeberakan.

Agui

Posting Terkait