Lontar Jumroh Dibayangi Dehidrasi & Kelelahan

Foto: Deni

BANDARLAMPUNG – Puncak Haji di Arafah Musdalifah  Mina menuntut kebugaran jasmani dan rohani bagi para Jamaah Haji.

Rangkaian tersebut menjadi tuntutan sekaligus tuntunan dalam menjalankan rukun haji.

Kondisi ini mengakibatkan banyak sekali jamaah yang mengalami kelelahan bahkan dehidrasi.

Tim Kesehatan Haji Indonesia JKG22 dr. Subhan Padila terus mengingatkan senantiasa makan dan minum teratur.

Terlebih saat dituntut untuk berjalan kaki menuju lokasi lontar jumroh kurang lebih sejauh 3 kilometer di tengah cuaca terik.

Tentunya menjadi tantangan berat bagi para tamu Allah ini.

“Upaya preventif promotif menjadi ujung tombak tim kesehatan haji untuk terus mengoptimalkan penanganan dan pelayanan kesehatan jamaah,” kata Subhan, kemarin.

Harapan dari upaya-upaya tersebut, tentunya adalah dapat melaksanakan rukun haji.

Lontar jumroh adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari ibadah haji tahunan ke kota suci Mekkah, Arab Saudi.

Para jemaah haji melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang  yang berada dalam satu tempat bernama komplek Jembatan Jumroh, di Kota Mina yang terletak dekat Mekkah.

Para jemaah mengumpulkan batu-batuan tersebut dari tanah di hamparan Muzdalifah dan meleparkannya.

Ini adalah kegiatan kesembilan dalam rangkaian ritual yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah haji, dan umumnya menarik jumlah peserta yang sangat besar. (DEN)

Posting Terkait