LPA Lamteng Sosialisasikan Pendidikan Seksual

GUNUNGSUGIH-Lembaga Perlindungan Anak (LPA)  memberikan pendidikan seksual terhadap anak-anak, didaerah terbuka, Talang, Kampung Donoarum Kecamatan Seputihagung, yang diikuti oleh ratusan santri dari Pondok Pesantren Darus Salam Kampung Gayausakti, Lampung Tengah.

Ketua LPA Lamteng Eko Yuono Mengatakan, angka kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Lamteng cukup tinggi.  Lembaga Perlindungan  Anak (LPA) mencatat sebanyak 22 kasus.

“Adapun materi yang disampaikan seputar pendidikan seksual.  Seperti memberikan pemahaman kepada anak-anak, bahwa guru saat mengajar tidak boleh menyentuh bagian tubuh yang sensitif. Daerah sensitif  yang dimaksud juga kami jelaskan,” ujar Eko yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah  Lamteng, Selasa (25/4).

Eko juga menambahkan beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak yang ditangani pihaknya, dilakukan oleh  oknum  guru. “Maka dari itu kita beri pemahaman  kalau guru memberi pelajaran  jangan mau di pegang-pegang dibagian terlarang,” jelasnya.

Selanjutnya kegiatan  seperti yang dilakukan ini,  adalah upaya preventif  untuk mencegah kasus seksual  terhadap anak. Dengan harapan kasus kekerasan seksual  anak akan menurun, harapnya.  Pihaknya  menyatakan,  angka kekerasan seksual  terhadap anak di Lamteng cukup tinggi, sehingga harus  ada upaya  yang serius dalam penekanannya. “Semua pihak harus terlibat. Seperti lingkungan  keluarga juga sangat berperan,  kemudian pemerintah juga harus tanggap,  terutama Dinas Pendidikan dan kebudayaan, kenapa? Karena banyak kasus yang terjadi rata – rata dilakukan oknum  guru,” imbuhnya.

“Kemudian lanjutnya Kemenag Lamteng  juga harus tanggap karena ada beberapa kasus pelakunya oknum  guru  ngaji dan ustad. Kita  juga meminta orang tua harus ektra ketat dalam menjaga anak – anaknya terutama orang terdekat,” pungkasnya.  (JJ)

Sex Education

Posting Terkait