Mantan Kadisdukcapil Tanggamus Divonis 8 Bulan

KOTAAGUNG– Irsan Rianto mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tanggamus, akhirnya divonis delapan bulan dipotong masa tahanan yang sudah dijalani.

Putusan itu di bacakan Majelis Hakim terdiri Faridh Zuhri, Mahendra PKP, dan Tri Baginda KAG dalam sidang putusan perkara di Pengadilan Negeri Kota Agung. Ada lima poin putusan yang tercantum di surat putusan nomor 160/Pidsus/2017/PN.Kot. Dasar putusan adalah pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI no 35 tahun 2009.

“Menyatakan terdakwa Irsan Rianto alias Ajo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri. Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama delapan bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang sudah dijalani sebagai masa tahanan,” jelas, Faridh, Selasa (25/7).

Keputusan lainnya yakni, menetapkan terdakwa tetap ditahan, lalu menetapkan barang bukti berupa satu perangkat alat hisap sabu/bong dengan botol merek Zam-zam, satu pipa kaca/pirek bekas pakai, satu buah plastik bening berisi sabu sisa pakai, dua buah korek api, dua buah catemmbad, satu buah jarum, empat buah pipet, satu buah sekop diamplas untuk dimusnahkan.

Baca Juga:  Hakim Vonis Kades Jatiagung 1 Tahun

Dalam keputusannya, majelis hakim  mempertimbangkan hal-hal yang meringankan Irsan yaitu, terdakwa mengakui terus terang perbuatannya, terdakwa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, terdakwa belum pernah dihukum.

Keputusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desti Ermayanti, yang menuntut supaya terdakwa dijatuhi hukuman satu tahun penjara dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani. Alasannya Irsan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi dirinya sendiri sebagaimana dakwaan alternatif kedua pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga:  Mantan Kadis Kominfo Divonis 1 Tahun

Kemudian dari hasil tes urine di UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung  mengeluarkan surat berita acara nomor Lab.2-24.B/HP/II/2017 berisi secara labolatoris air urine Irsan mengandung zat narkoba jenis methamine yang zat tersebut termasuk narkotika golongan I berdasarkan UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Selama proses persidangan Irsan mengakui bahwa dirinya memang menggunakan sabu. Pengkonsumsian sabu dilakukan sebelum petugas kepolisian dari Polres Tanggamus mendatanginya untuk operasi tangkap tangan (OTT) tentang dugaan pungutan liar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sekira pukul 10.00 Wib. Namun akhirnya OTT tidak terbukti, polisi hanya menetapkan Irsan pada penyalahgunaan narkoba karena didapati perangkat hisab sabu dan plastik pembungkus sisa sabu di bawah meja kerjanya.

Baca Juga:  Dua PNS Pemkot Balam Divonis 4 Bulan

Dari pengakuan Irsan, sabu didapat dari pengedar berinisial OJ yang kini masih buron. Sabu digunakan dengan menggunakan alat hisap yang diberi sedikit air, lalu dibakar dan dihisap sampai habis. Irsan juga mengaku pernah menjalani pengecekan di rumah sakit jiwa namun tidak untuk penyembuhan ketergantungan terhadap narkoba. Meskipun tidak menggunakan sabu, perasaan Irsan biasa saja, maka sabu bukanlah cara untuk pengobatan terhadap suatu keluhan.

Dari putusan vonis, Irsan Rianto menyatakan menerima. Sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir, sehingga putusan tersebut belum inkracht dan ditunggu sampai tujuh hari. Selama masa itu jika ada pengajuan banding dari JPU maka persidangan dilanjutkan ke tingkat dua. Apabila tidak ada, maka Irsan divonis delapan bulan secara inkracht.(SB/CD)

Vonis Hakim

Posting Terkait