Mantan Kalapas Kalianda Kembali Disidang

Ilustrasi Sidang. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Mantan kepala lembaga pemasyarakatan kelas 2 Kalianda, kembali disidangkan. Kali ini ia dihadirkan bersama – sama dengan 3 terdakwa lainnya, untuk mendengarkan keterangan saksi di ruang sari di pengadilan Negeri kelas 1 a Tanjung karang Bandar lampung.

Senin sore 15 oktober 2018, pengadilan Negeri kelas 1a Tanjung karang, kembali menggelar sidang perkara terkait kasus narkotika, yang dikendalikan dari dalam lapas kelianda oleh seorang narapidana, yang melibatkan kepala lapas, sipir, serta seorang oknum polisi yang berpangkat brigadir.

Baca Juga:  BNNP Tetapkan Kalapas Kalianda Sebagai Tersangka

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Fauzi Rizal kali ini, beragendakan mendengarkan keterangan saksi, dan dihadirkan seorang saksi yang berstatus teman wanita dari terdakwa Marzuli, yang pada saat itu berstatus sebagai narapidana Lapas Kalianda.

Dalam fakta persidangan, menurut Lita, ia membenarkan bahwa segala fasilitas di dapatkan oleh terdakwa Marzuli di dalam lapas Kalianda dari Muchlis Adi, seperti mendapatkan kebebasan kunjungan dari siapapun tanpa ada pemeriksaan di pintu masuk, dan diwaktu kapan pun, hingga fasilitas ruang privasi, yang diketahui belakangan menjadi tempat terdakwa Marzuli dan Lita mengkonsumsi sabu, sampai dengan berhubungan badan.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkum HAM Minta Kalapas Kalianda Dibebaskan

Sedang 2 saksi lainnya yang bekerja di lembaga pemasyarakatan kelas 2 Kalianda, mengatakan bahwa sesuai dengan perintah dari terdakwa Rechal Oksa, mereka bertugas menghapus setiap rekaman CCTV, yang menyangkut hal terkait dengan kegiatan kunjungan dari tamu yang mengunjungi terdakwa Marzuli.

Dari seluruh kesaksian yang diutarakan, keterangan saksi membenarkan bahwa terdakwa Muchlis Adjie memberikan fasilitas khusus kepada terdakwa Marzuli, dan ia pun mendapat imbalan barang hingga uang sebagai balasan atas kemudahan akses yang diberikan, dan kesaksian ini dipastikan memberatkan Muchlis Adjie dalam pertimbangan vonis hakim nanti. (*)

Kalapas Kalianda

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan