Mendag Pertanyakan Data Impor BPS

Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA— Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengaku heran dengan data BPS soal tingginya nilai impor sayuran pada Juni 2017 sebesar USD127,93 juta dan bawang putih mencapai USD 109,98 juta.

“Ada yang masuk dan ada yang tidak melalui kita (Kemendag) kalau kayak gitu. Saya sedang inventarisir datanya tidak sebesar itu,” ujarnya.

Ketika dipertanyakan lebih lanjut bagaimana bisa ada proses impor sayur tidak melalui Kemendag, Enggar mengatakan karena masih banyak yang melakukan impor sendiri.

“Ya tidak tahu saya. Sekarang kan banyak (impor) yang berjalan sendiri. Sejauh ada produksinya (di dalam negeri), saya minta importir coret dengan sendirinya. Saya ingin (produksi) apel bagus, tapi memang banyak impor. Jeruk asem pun diimpor, tapi jeruk manis tidak. Kalau success story wortel, kan tidak lagi diimpor,” jelasnya.

Sementara itu, Enggar tidak membantah jika kinerja ekspor bawang putih pada Semester I ini memang masih banyak. Hal ini dikarenakan produksi bawang putih dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Bawang putih pasti banyak karena 95% impor bawang putih. Tidak mungkin (dalam negeri), tidak ada pilihan jadi harus impor. Makanya cabai kita tidak impor,” tukasnya.(*)

Posting Terkait