Menunggu Tersangka Kedua Dalam Kasus Pajak Minerba

Fajarsumatera.co.id-Kejaksaan Tinggi [Kejati] Lampung melalui jaksa sebagai penyidik dari bidang Pidana Khusus [Pidsus] mulanya menjadwalkan pemeriksaan kepada Kepala BPPRD Lampung Selatan [Lamsel] Burhanuddin pada 18 November 2020.

Burhanuddin diperiksa bersama 3 orang lainnya dalam penanganan kasus sangkaan korupsi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan [MBLB] senilai kurang lebih Rp2 miliar.

Pajak itu diduga tidak disetorkan oleh para tersangka ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah [BPPRD] dan Dinas Pendapatan [Dispenda]. Sehingganya, Pendapatan Aset Daerah [PAD] untuk Pemkab Lamsel diduga mengalami kebocoran.

Burhanuddin sama sekali belum memberikan respons kepada reporter Fajarsumatera.co.id atas persoalan dan peristiwa ini.

Di kasus ini, jaksa sebagai penyidik menetapkan 4 orang tersangka. Satu tersangka di antaranya berinisial YMS. Pasca dia menjalani pemeriksaan tambah dan setelahnya ditahan, kuasa hukumnya mengungkapkan ada hal yang menarik di dalam perkara kliennya.

“Dan ada yang menarik di dalam pemeriksaan tadi, klien kita sedikit menyebut atasan beliau,” imbuh Muhammad Ilyas, Selasa kemarin, 5 Januari 2021 di Kantor Kejati Lampung.

Baca Juga:  Korona Jadi Dalih Mangkirnya YY Dalam Kasus Pajak Minerba

Muhammad Ilyas tak menyebutkan siapa sosok atau identitas yang dimaksud kliennya itu.

Ilyas cuma bilang, “Nah tinggal teman-teman media lah yang coba dorong atau cari itu. [Karena pada dasarnya hal yang berkenaan dengan atasan kliennya] Terkait regulasi yang ada,” jawabnya.

Ia tak menampik bahwa kliennya bisa terseret ke urusan hukum karena mengikuti arahan pimpinan yang dimaksud tadi. “Klien kita ini, kami duga hanya mengikuti perintah saja. Dugaannya seperti itu,” ujar dia.

Tak lama setelah itu, pada Rabu kemarin, 20 Januari 2021, jaksa sebagai penyidik memeriksa saksi-saksi yang dulunya atau kini berstatus sebagai ASN dan bertugas pada BPPRD Pemkab Lamsel.

Rupanya di antara 3 orang yang diperiksa itu, saksi terperiksa tersebut adalah Badruzzaman. Ia adalah mantan Kepala BPPRD Pemkab Lamsel. Dia digantikan oleh Burhanuddin, yang sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai Kepala BPPRD.

Baca Juga:  Korona Jadi Dalih Mangkirnya YY Dalam Kasus Pajak Minerba

Baca Juga:  Penjelasan Kejati soal Adanya TSK Inisial Mr Berjenis Kelamin Perempuan di Kasus Korupsi BPPRD Lamsel

Nah pemeriksaan kepada Badruzzaman ini tidak dibenarkan atau dibantah oleh Kejati Lampung.

Dimintai tanggapannya, Kepala Seksi Penerangan Hukum [Kasi Penkum] pada Kejati Lampung Andrie W Setiawan kepada reporter Fajarsumatera.co.id, Jumat, 22 Januari 2021, hanya bilang bahwa, ”Untuk pemeriksaan-pemeriksaan terkait siapa saksinya tidak bisa kami sampaikan lengkap”.

Reporter Fajarsumatera.co.id menanyakan apakah dengan melakukan pemeriksaan kepada 2 orang elite pada BPPRD Pemkab Lamsel yang aktif maupun sudah non aktif itu, menandakan jaksa sebagai penyidik menelusuri informasi dari tersangka YMS dan bagaimana dugaan keterlibatan kedua orang tersebut di kasus ini?

“Tentu saja kami masih perlu mendalami lebih jauh. Nanti juga akan terbuka saat di persidangan. Di sana lebih terbuka.

Tentu saja penyidik akan dan telah menelusuri keterlibatan atasan atau elite di BPPRD. Kita kan bekerja tidak berdasarkan asumsi, penyidik pasti menemukan fakta-fakta yang ada, dan lengkap,” tutur dia.

Baca Juga:  Korona Jadi Dalih Mangkirnya YY Dalam Kasus Pajak Minerba

Jaksa sebagai penyidik tutur Andrie dalam bertugas selalu memedomani prinsip kehati-hatian dalam menentukan suatu peristiwa pidana. Sehingga sambungnya, beban pembuktian yang diemban jaksa dalam proses persidangan dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

“Penyidik harus menghubungkan fakta-fakta menjadi lengkap dengan peristiwa yang ada berdasarkan minimal 2 alat bukti sehingga nantinya pada saat proses persidangan sukses,” bebernya.

Diketahui, tersangka berinisial YMS memiliki jabatan setidak-tidaknya pada 25 November 2019 sebagai Kepala Bidang Pengembangan dan Penetapan di BPPRD Lamsel.

Saat itu, ia adalah anak buah dari Burhanuddin. Burhanuddin dilantik untuk menduduki jabatan sebagai Kepala BPPRD Lamsel oleh Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto pada tanggal 5 November 2019.

Sementara Badruzzaman setelah dicopot dari jabatannya kini bertugas sebagai Plt Kepala Bagian Kerjasama pada Pemkab Lamsel.

Reporter: Ricardo Hutabarat

 

Kasus Pajak Minerba

Posting Terkait