MUI Tuba Sesalkan Oknum Mahasiswa Jual Narkoba di Tempat Ibadah

MENGGALA,Selain mengapresiasi Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang yang berhasil meringkus oknum mahasiswa berinisial JP bertransaksi Narkoba di Islamic Center Menggala,Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulangbawang meminta agar JP Hukum Berat.

Pasalnya perbuatan yang dilakukan oleh JP, sangat tidak terpuji dan tidak bisa ditolerir lantaran menjadikan tempat ibadah sebagai tempat menjual barang haram.

Ketua MUI Tulangbawang Ustad,H.Yantori mengaku kaget dan geram mendengar adanya penangkapan oknum pemuda yang kedapatan bertransaksi Narkoba di Islamic Center.

Sebab menurutnya Islamic Center berdiri megah Masjid Baitulrahman tempat seluruh umat muslim baik dari dalam maupun luar daerah untuk melaksanakan ibadah.

“Astafirllah Al-azim,Masya ALLAH,luar biasa berani,jika informasi ini benar maka sudah sepantasnya pelaku dihukum berat,sesuai peraturan yang berlaku,supaya memberikan efek jera kepada yang lainya untuk tidak melakukan hal yang sama,”tandasnya ketika dihubunggi FAJARSUMATERA.CO.ID melalui sambungan selulernya 17/01.

Menurut ustad Yantori,sejati sebagai pemuda yang keseharianya berstatus oknum Mahasiswa JP berkewajiban turut serta membantu aparat untuk memberikan pendidikan kepada para pemuda lainya agar taat hukum.

“Mahasiswa adalah orang-orang intelek,yang selalu turut serta memberikan saran dan berbagai masukan kepada Pemerintah,artinya sebagai seseorang terpelajar JP memiliki tanggung jawab moral terhadap para pemuda dilingkunganya agar tidak terjerumus dalam kaitan dengan pelanggaran hukum,khususnya penyalah gunaan Narkoba dan zat terlarang lainya,”cetusnya.

Dikatakan Ustad Yantori,menjadikan Masjid untuk bertransaksi barang haram jenis Narkoba sangat betentangan dengan Nilai-nilai agama dan dikatakan berdosa besar.

“Islamic Center,yang dibangun atas usulan para tokoh bertujuan mempermudah umat melaksanakan kegiatan-kegiatan Religius,jadi jika ada yang menjadikan islamic sebagai tempat transaksi narkoba harus di hukum berat,”pintanya.

Oleh sebab itu dirinya sangat mengapresiasi keberhssilan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang yang berhasil meringkus JP saat bertransaksi Narkoba di Islamic Center Menggala.

“Saya sangat mengapresiasi langkah dan upaya Polres Tulangbawang dalam peberantasan Narkoba diwilayah hukumnya khususnya keberhasilan menangkap JP, dan saya tetap berharap kasus ini diusut tuntas,”ucapnya.

Untuk itu lanjutnya dalam waktu dekat pihak MUI akan berkoordinasi dengan Pemkab melalui bagianKestra, membahas langkah-langkah antisipatif.

“Kami MUI akan meminta agar Pemkab menempatkan beberapa personil Pol-PP di area islamic center,selain itu kami juga akan meminta agar menambah rutinitas kegiatan keagamaan,ini bertujuan meminimalisir agar kejadian serupa tidak lagi terulang,”

Diketahui melalui pres rillisnya Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang berhasil mengamankan
seorang pemuda yang kesehariannya berstatus mahasiswa berinisial JP (20), warga Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.
Rabu (13/01/2021), sekira pukul 17.00 WIB, saat sedang berada di Islamic Center Menggala.

“Petugas kami berhasil menangkap seorang oknum mahasiswa yang kedapatan membawa dan memiliki narkotika jenis sabu saat sedang berada di Islamic Center Menggala,” ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Minggu (17/01/2021).

Dari tangan oknum mahasiswa ini petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu buah plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,39 gram, satu buah plastik klip kosong, satu lembar kertas timah rokok berwarna kuning, satu buah kotak rokok merk Gudang Garam Surya dan handphone (HP) android merk xiaomi warna hitam.

Menurut AKP Anton, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap pelaku peredaran gelap narkotika yang melibatkan oknum mahasiswa ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan di daerah Menggala.

“Saat petugas kami sedang melakukan penyelidikan di daerah Menggala, mendapatkan informasi bahwa di Islamic Center Menggala sering dijadikan tempat transaksi narkotika. Petugas kami langsung menuju kesana dan didapati seorang oknum mahasiswa dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan BB berupa narkotika jenis sabu,” jelasnya.

Saat ini oknum mahasiswa ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang,perbuatanya akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar.(Fs-MURNI)

Posting Terkait