Nasib Petani Karet Makin Suram

Ilustrasi. (Ist)

 

PANARAGAN—Petani karet yang ada di kecamatan Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Tengah, Gunung Terang, Gunung Agung dan Batu Putih kabupaten Tulang Bawang Barat, semakin menderita lantaran harga komoditas andalan mereka semakin anjlok. Sempat naik dikisaran Rp11 ribuan, kini harga jual getah hanya berkisar Rp3000-Rp4000 per kg.

“Harga karet saat ini perkg mencapai Rp3.000-Rp.4000. Harga segitu gak cukup buat nutupin kebutuhan sehari-hari,”  keluh Apri (29), petani karet asal Tulang Bawang Tengah kepada Fajar Sumatera, Minggu (16/4).

Menurut Apri, dengan harga karet seperti sekarang, ia dan petani lainnya sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi harga kebutuhan pokok saat ini cenderung tinggi sehingga sangat memberatkan petani.

“Bayangkan mas harga beras per kg saat ini mencapai  Rp 8.500-Rp. 9.000, gula perkg  lebih Rp10 ribu. Belum harga sayuran dan daging, jadi dengan harga karet tersebut,  tidak mengimbanggi harga sembako,” kata dia.

Ia berharap, pemerintah daerah setempat bisa cepat turun tangan dan menangani masalah harga karet tersebut. Pasalnya asyarakat Tulangbawang Barat terutama di kecamatan Tulangbawang Udik, Tulangbawang Tengah, Gunung Agung, Gunung Terang dan Batu Putih, lebih banyak bekerja sebagai petani karet.

“Apalagi kalau warga di kecamatan Tulangbawang Tengah, lebih banyak bekerja sebagai petani karet,” ujarnya.

Petani karet lainnya, Yana (23) dari kecamatan Gunung Agung menuturkan, kalau harga getah karet sebelumnya bisa mencapai Rp8000 ribu per kg.

“Sebelum harga Rp8.000 per kg, pernah harganya Rp 10 ribu-Rp 11 ribu perkg, malah turun lagi harganya hingga mencapai Rp.3000 per kg,” jelasnya.(GS)

Posting Terkait