Ngeri, Ada Intervensi BIN di Kasus Fee Proyek Lamsel ?

Bandar Lampung – Irfan Nuranda Jafar
Komisaris PT Bumi Lampung Persada mengungkapkan pernah membantu Hermansyah harmidi memakai orang dalam Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menyelamatkan kasus fee proyek di Lampung selatan. Rabu (14/04)

Irfan menjelaskan, bahwa pada tahun 2020 akhir, dirinya mengaku pernah bertemu mantan Kadis PUPR Lamsel Hermansyah harmidi.

“Pak Hermansyah Hamidi pernah ke rumah saya sekitar desember 2020 posisi saya sebagai Ketua DPW PAN, “kata Irfan

Setelah itu, ia dihubungi saudara Suhadi mantan pengacara dan slamet untuk membantu beliau dalam perkara di Lamsel.

” Supaya bisa meringankan beliau, Belum jadi tersangka di KPK. Setelah saya dihubungi pak Slamet yang orang Pekalongan dan Suhadi. Menurut mereka ada akses dalem untuk mengatasi hal tersebut. Ada pak agung, saya pernah ketemu pak agung sekali, “ungkap dia kepada JPU di PN Tanjung karang.

Selain itu, ia menjelaskan jika tidak jadi melanjutkan perkara ini, karena menurutnya akan menjadi susah dirinya sendiri.

” Tapi nggak dilanjutkan karena kok kayaknya ini malah nyusahin, “ucap dia

Kemudian JPU menanyakan apakah oki Agung setiono,” tanya JPU

“Mungkin Katanya orang BIN, Awalnya beliau minta 3 miliar turun turun ada 1 miliar. Tapi ternyata butuh dana besar saya gak bisa. Jadi ini kayak bukan membantu tapi menyusahkan. Jadi saya bilang Hermansyah Hamidi tidak usah di lanjutkan, “pungkasnya.

Reporter Agung Kurniawan

Posting Terkait