Nunik & Mustafa Ternyata Soulmate

Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Chusnunia Chalim, Bupati Lampung Timur, mengetahui penggunaan dana hasil fee proyek oleh Mustafa, semasa menjabat Bupati Lampung Tengah. Hal ini, mengisyarat ada kedekatan tertentu di antara keduanya alias soulmate.

“Hari ini, dilakukan pemeriksaan terhadap 1 orang saksi untuk tersangka MUS dalam kasus TPK suap terkait pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah TA 2018,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (1/3/2018).

Materi pemeriksaan, lanjut Febri, berupa mendalami pengetahuan saksi terkait penggunaan dana-dana yang diduga dikumpulkan oleh tersangka Mustafa selaku Bupati Lampung Tengah.

Baca Juga:  Nunik Ajak ASN Bekerja Profesional

Dari hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan akan terungkap kepada siapa dan untuk apa dana itu dibelanjakan oleh Mustafa.

Selain itu, pada sejumlah momen nama Nunik sempat disebut-sebut oleh beberapa kalangan terkait keterlibatan di kancah politik. Licin, begitu kira-kira sebutannya.

Kemungkinan dipanggilnya Nunik sebagai saksi oleh KPK akan menjadi momentum terungkap kisah-kisah lamanya semasa anggota DPR RI hingga menjabat Bupati.

Misalnya pada 2014, ada dugaan keterkaitannya dengan aliran pos bantuan Kemenakertrans dalam hal pencalonannya sebagai anggota DPR RI dari PKB. Dalam hal ini sudah ada narapidana yang masih menjalani proses hukumnya.

Baca Juga:  Nunik Ingin Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin Terwujud

Lalu akhir 2015 lalu, dia juga disebut-sebut memiliki keterkaitan soal operasi tangkap tangan yang dialami Damayanti Wisnu Putranti.

Ketika itu berhembus ada aliran dana melalui MZ senilai Rp15 miliar untuk pencalonannya sebagai Bupati Lampung Timur.

Namun, dugaan tersebut terhenti pada pengusutan Damayanti. Sementara Nunik memenangkan pencalonannya sebagai bupati Lampung Timur.

Baca Juga:  KTA Ormas di Balik Perkara OTT yang Diduga Libatkan Oknum Inspektorat Lampung Timur

Dan cerita kekinian soal Nunik muncul lagi. Tetapi, saat ini sedikit mengarah pada apa sesungguhnya sepak terjang dia pada pencalonan Gubernur Lampung 2018 lalu.

Bahwa ada aliran Rp10 miliar melalui MD kepada Nunik dari Mustafa untuk mahar politik terkait pencalonannya melalui PKB.

Lalu, muncul lagi nama MZ soal sangkaan aliran dana kedua melalui KB senilai Rp5 miliar. Lagi-lagi kepada Nunik. Terkait mahar politik.

“Namun, semua dugaan tersebut masih perlu melalui kajian hukum dan menunggu hasil pemeriksaan KPK,” kata salah seorang sumber. (Tim)

Nunik

Posting Terkait