Paripurna LKPJ Bandar Lampung Tertunda


Bandar Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung akhirnya membatalkan rapat paripurna pembicaraan tingkat I penyampaian Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020. Selasa (22/06)

Anggota Fraksi Golkar Bandarlampung Ali Wardana menegaskan, bahwa rapat paripurna ini bisa di pimpin oleh siapapun,Yang terpenting bukan Ketua DPRD kota Bandarlampung.

“Kepentingannya adalah anggota DPRD ini adalah kuorum, Kami ini sekarang ini sudah kuorum tapi saat ini sedang menunggu pemerintah daerah,”kata Wardana saat paripurna dibatalkan.

Menurutnya, langkah ini juga bukan untuk menghambat pembangunan di Kota Tapis Berseri. Akan tetapi, pihaknya ingin melaksanakan agenda dari Banmus.

“Kabarnya kalau Banmus akan rapat, Bila menghasilkan putusan dan tidak korum maka itu perbuatan Ilegal. Kami ingin melaksanakan paripurna, kita tinggal tunggu dari pemerintah daerah,”ucapnya

Hal senada juga diungkapkan ketua fraksi PAN DPRD Kota Bandar Lampung Hadi Tabrani menegaskan, jika Dalam konteks ini pihaknya akan mendukung semua program pemerintah Kota Bandarlampung.

“Sebanyak 29 anggota fraksi siap melaksanakan paripurna, Tapi tidak dipimpin oleh saudara Wiyadi, Ketika absen juga kami sudah korum. Karena yang kami persoalkan, tidak ingin dipimpin oleh saudara Wiyadi dalam paripurna ini,”jelasnya

Ia menambahkan, bahwa dirinya mengklaim Ketua DPRD tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan persoalan internal yang ada di legislatif.

“Sampai hari ini pun tidak ada itikad baik dari saudara Wiyadi untuk menyelesaikan konflik internal di antara kita, Itu yang kami anggap sebuah kesombongan dari beliau yang tidak ingin merangkul kita,”terangnya

Sementara, Ketua DPRD kota Bandarlampung Wiyadi saat di konfirmasi mengungkapkan, bahwa dirinya sebagai pimpinan DPRD secara pribadi hanya melaksanakan tugas sesuai amanah konstitusi.

“Sebagai pimpinan DPRD ini juga adalah kolektif kolegial, siapapun bisa memimpin paripurna tersebut, walaupun wakil ketua satu, dua, dan tiga, “tegasnya

Selain itu, sambung dia, dirinya juga mengaku jika ada masukan yang diberikan oleh 29 anggota DPRD lainnya, dirinya akan menerima hal itu.

“Kalau sifatnya kritikan untuk perbaikan pasti saya akan menerimanya untuk diri saya pribadi,” urainya

Disinggung soal adanya konflik internal di DPRD, ia menjelaskan, kedepan akan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“InsyaAllah kita akan cari jalan yang terbaik, yang pertama kita 50 anggota dewan diberikan amanat oleh masyarakat Bandarlampung untuk melaksanakan kewajibannya sebaik mungkin, “tandasnya.

Reporter Agung Kurniawan

Posting Terkait