Pemerintah Desa Akan usut Pelaku Penempelan Selebaran Penolakan Pemberlakuan PPKM

Pesawaran (Fs) – Sejak di berlakukannya sistem 1 hari buka dan 1 hari tutup, dalam aktivitas pasar, yg dilaksanakan Tim gabungan gugus tugas desa Hanura, yang di berlakukan sampai kondisi dinilai aman, justru menuai sikap pro kontra, beberapa dari yang mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai, dan penularan covid19, juga terdapat sejumlah oknum yang kontra menolak di berlakukannya PPKM,bahkan terdapat warga yang protes dengan menempelkan selebaran menolak diberlakukan PPKM, yang dibtempelkan di beberapa titik pasar Hanura.

Hal tersebut di sampaikan, kepala desa Hanura, kecamatan teluk pandan, Rio, bahwa benar, di temukan poster – poster penolakan, dalam ajakan pemerintah diterapkannya pembatasan, pemberlakukan, kegiatan masyarakat,(PPKM), Di beberapa titik, wilayah desa hanura, kecamatan teluk pandan, yang di umumkan, oleh Presiden Jokowi, bahwa PPKM di perpanjang hingga 26 juli 2021.

“memang, Di saat berjuang, mencoba entaskan dilema, akan virus corona, dengan memberikan himbauan, ajakan melalui banyak hal, seperti baner, poster, untuk hidup sehat dengan tetap mematuhi Prokes, tidak selamanya membuahkan apresiasi,ada juga penolakan, bahkan perlawanan, ” ujarnya

Ditambahnya, dalam Menanggapi,atas temuan baner ajakan prokes, yang di coret-coret, dan terdapat selebaran poster, ajakan untuk melawan, dan menolak di berlakukan pembatasan pemberlakua kegiatan masyarakat, bersama tim gabungan, gugus tugas desa hanura, telah melakukan penyisiran dan pencopotan, dengan harapan, warga agar bijak menyikapi kondisi kini, dan hanya dengan kerjasama semua pihak covid bisa diatasi.

‚ÄúSangat di sayangkan, adanya pihak yang melakikan penulisan dengan cat di dinding-dinding warung atau toko serta di tempelnya diselebaran-selebaran untuk menolak dan tidak patuh mengikuti prokes, oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak jelas siapa,” dan

“dikarenakan bersifat provokasi, kami akan usut,dan mencari tau asal selebaran ini, untuk itu saya berharap, dan menghimbau, terhadap warga dan para pedagang, agar jangan mudah terhasut dengan tulisan atau selebaran tersebut, karena dengan berfikir positif serta mengikuti aturan prokes yang di terapkan, menjadi suatu keharusan, dalam menjalani kehidupan di masa pandemi, bekerja sama tuntaskan penularan dan penyebaran covid19,” ungkapnya.

Rio Remota, juga mengatakan,disaat pemberlakuan waktu selah dalam kegiatan aktifitas pasar Hanura, pemerintah desa Hanura, Bersama tim gabungan gugus tugas desa, mengambil moment libur, dengan memanfaatkan waktu untuk dilakukannya menyemprotkan, disinfektan, di semua lokasi pasar.

“Di awali dengan ucapan maaf atas pemberlakuan pembatasan waktu dalam aktiftas, para pedagang pasar Hanura, juga ucapan terima kasih, bagi warga, yang telah bersama mendukung anjuran pemerintah, dalam memutus mata rantai, penyebaran Covid 19, melalui himbauan dan aturan protokol kesehatan, ” tutupnya (Dponco)

Posting Terkait