Pemkot Tak Gubris Peringatan Kemen PUPR

Kepadatan Arus lalulintas kendaraaan di Jalan ZA Pagar Alam yang terjadi akibat dari pembangunan Fly Over, Selasa (6/6). Foto (Tommy Saputra)

BANDARLAMPUNG,-Walaupun Kementrian Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dalam kurun beberapan waktu lalu mendesak agar Pemerintah Kota Bandarlampung, dapat menghentikan pembangunan Flyover MBK yang berada dijalan ZA Pagar Alam, namun dari pantauan Fajar Sumatera, pembangunan itu tetap terus berlanjut.

Menanggapi hal tersebut, menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Wahyu Lemono, meminta agar Pemerintah setempat dapat mengindahkan yang telah diberikan oleh Kementrian PUR, terlebih pihak pusat telah melontarkan surat.

Baca Juga:  Pemprov Tidak Hambat Pembangunan Flyover, Asal Sesuai Prosedur

“Kita minta agar Pemerintah Kota Banarlampung dapat mengindahkan saja perintah dari pusat (Kementrian), sebab secara tidak langsung perintah dari kementrian juga itu merupakan intruksi dari Bapak Presiden,” ujar Kerua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Wahyu Lesmono, saat dijumpai Harian Fajar Sumatera, Kamis (9/8).

Hal tersebut bukannya tidak mendukung untuk program pembangunan di Kota Tapis Berseri, hanya saja dirinya meminta agar Pemerintah setempat dapat mematuhi instruksi yang diberikan oleh Kementrian.

Baca Juga:  Patuhi Kemenpupera, Akhirnya Pemkot Hentikan Pengerjaan Flyover MBK

“Kita sangat mendukung pembangunan dikota Tapis Berseri, namun saya juga meminta agar Pemerinatah Kota Banarlampung dapat mengindahkan intruksi yang diberikan oleh Kementrian,” paparnya.

Selain meminta kepada Pemerintah setempat untuk mematuhi intruksi yang diberikan Kementrian, dirinya juga meminta agar Kontraktor yang tengah membangun jembatan layang itu dapat meningkatkan pagar pembatas jalan antara wilayah perkerjaan proyek dan pembangunan.

Pasalnya dirinya menilai bahwa pagar pembatas proyek tersebut kurang kokoh dan dapat membahayakan pengendaran yang melintas dijalan itu.

Baca Juga:  Pemkot Gelar Syukuran Dijalanan, Warga: Kaya Ga Ada Tempat Lain Aja

“Kalau kita lihat, pagar pembatas jalan itu hanyalah berupa seng-seng, itu kalau kita nilai sangat tidak kokoh untuk menghalau jika terdapat kendaraan yang menambrak pembatas itu,” tambahnya.

Oleh sebab itu dirinya mengkhawatirkan dampak dari tidak kokohnya pagar pembatas itu akam memakan korban jiwa.

“Bisa memakan korban jika terdapat pengendara yang menambarak lalu kendaraam itu entah masuk kegaliam lubang proyek atau menabrak alat berat, kan kalau tidak salah kemarin terdapat dua mobil dan satu motor terjun bebas kegalian lubang trayek itu, nah kalau sudah begitu kan yang dirugiakan masyarakat,” akhirnya. (JI)

Flyover MBK

Posting Terkait