Pemprov Imbau Warga Lampung Ikut Imunisasi Difteri/ORI

Imunisasi Difteri

Ilustrasi. (Net)

BANDAR LAMPUNG – PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Lampung mengimbau warganya untuk mengikuti Outbreak Response Imunization (ORI) Difteri, atau disebut juga sebagai imunisasi gratis difteri yang sesuai kaidah kesehatan maupun agama.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Asih Hendrawati, mengatakan pihaknya melakukan ORI Difteri mulai pekan ke-3 bulan Januari ini.

Asih mengungkapkan, ORI adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya memutuskan transmisi penularan penyakit difteri pada anak usia 1 tahun sampai dengan 19 tahun yang tinggal di daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Baca Juga:  6 Orang Tewas Akibat DBD di Lamteng, Pemkab Belum Tetapkan KLB

“ORI akan dilaksanakan sebanyak tiga putaran, dengan interval  0-1-6 bulan. ORI akan memberikan vaksin dengan ketentuan DPT-HB-Hib bagi usia 1 tahun sampai 5 tahun, DT usia 5 tahun sampai 7 tahun, serta TD usia 7 tahun sampai 19 tahun,” kata Asih saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/1/2018).

Pelaksanaannya sendiri, lanjut Asih, sementara masih di fasilitas kesehatan pemerintah dan Posyandu. Setelah berjalan dua pekan sasaran akan dikunjungi baik rumah ataupun sekolah-sekolah.

Baca Juga:  Sebaran Pegawai Maksimalkan Pelayanan

Penyakit Difteri disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium diptheriae yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyumbatan saluran pernafasan serta peradangan pada otot jantung bahkan kematian.

Adapun gejalanya antara lain demam 38℃, sakit menelan, selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, leher membengkak dan sesak nafas disertai suara mengorok.

“Selain itu, bakteri Corynebacterium diptheriae akan mengeluarkan racun difteri yang bisa membuat peradangan otot jantung dan akhirnya menyebabkan kematian. Pengobatannya yaitu rawat inap di ruangan isolasi, pemberian antibiotik, dan jika perlu diberikan anti racun difteri atau Anti Difteri Serum,” jelas Asih.

Baca Juga:  Tiga OPD di Tulangbawang Restui Kakam Karya Bakti Rangkap Jabatan

ORI difteri akan diadakan di sembilan kabupaten/kota yang terdapat suspect difteri, meskipun hasilnya negatif namun tetap harus dilakukan vaksinasi.

Adapun sembilan kabupaten/kota yang dimaksud ialah Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Timur, Mesuji.

“Sementara kabupaten/kota lainnya, tidak diadakan ORI karena tidak ada laporan suspect sehingga dianggap steril,” tutupnya. (ZN)

Dinas Kesehatan Imunisasi Difteri ORI

Posting Terkait