Pemprov Minta Warga Waspada Produk Pangan

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Pemerintah Provinsi Lampung melalui Tim Koordinasi Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Provinsi Lampung mewanti-wanti masyarakat agar lebih waspada terhadap produk pangan seperti buah impor dan olah ikan.

Hal tersebut menyusul hasil temuin tim dalam pemantauan dan pengawasan keamanan pangan pada 3 rute di Kota Bandar Lampung, yaitu Pasar Bambu Kuning, Pasar Perumnas Way Halim dan Supermarket Giant Antasari, pada Rabu (21/6).

“Memang dari hasil sidak yang telah dilakukan, untuk produk daging tidak daging ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan. Untuk produk yang mengandung bahan berbahaya langsung kita tarik dan kita musnahkan ditempat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kusnardi.

Sidak tersebut telah tertuang dalam Surat Perintah Tugas Gubernur Lampung Nomor: 825/1279/V.21/2017 tanggal 12 Juni 2017 tentang Tim Koordinasi JKPD melaksanakan tugas pemantauan dan pengawasan keamanan pangan.

Kusnardi yang juga Ketua Tim Koordinasi JKPD Provinsi Lampung mengatakan jika ditemukan pelanggaran keamanan pangan sesuai peraturan yang berlaku, Gubernur berwenang mengambil tindakan administratif. Hal ini sebagaimana Peraturan Gubernur Lampung Nomor 36 Tahun 2013 tentang Sistem Keamanan Pangan Terpadu Provinsi Lampung.

Ia juga mengajak masyarakat untuk dapat menjadi konsumen yang cerdas dalam membeli kebutuhan terutama berupa bahan pangan baik itu langsung maupun secara kemasan.

“Setiap produk pastikan ada labelnya masa berlaku.

Masyarakat harus teliti, sehingga tidak ada lagi peluang-peluang para penjual yang mengedarkan barang-barang mengandung berbahaya ataupun kadaluarsa,”ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Lampung, Setia Murni bahwa BPOM sendiri dalam tugasnya menjamin untuk masyarakat akan keamanan dalam mengkonsumi bahan pangan.

“Kami melihat dari pangan olahan yang dikemas eceran dan diberi label harus memiliki izin, tidak dalam keadaan rusak, dan pastikan tidak kadaluarsa,”ujarnya.

Murni mengatakan masyarakat maupun penjual sekarang bisa mengecek label kemasan dengan mendownload aplikasi di playstore maupun appstore dengan nama Data Produk Teregistrasi BPOM.

“Masyakat siapa saja bisa melihat kemasan yang memiliki izin di genggaman tangan,” ujarnya.

Posting Terkait