Pengerjaan Drainase di Sungai Buaya Register 45 Hingga Simpang Pematang diduga Asal Asalan

FAJAR SUMATERA – Dalam kepengurusan ataupun sebuah tugas yang di emban oleh seorang humas adalah mampu membina dan berkomunikasi dengan siapapun baik masyarakat biasa, lembaga dan insan pers serta LSM. Bukan justru membuat suasana runyam terkait cara, sikap, ucapan dan tindakan seorang humas yang arogan dan memandang kecil seseorang ataupun sebuah profesi.

Seperti halnya humas sebuah perusahaan konstruksi yang saat ini sedang mengerjakan proyek jalan dan drainase yang ada di sepanjang jalan lintas timur ruas jalan pematang panggang – Bujung ternuk, diduga pengerjaan pronyek tersebut terkesan asal asalan.

Saat di konfirmasi awak media, Sabtu (10/4) di simpang pematang Kabupaten Mesuji Lampung, terkait adanya dugaan salah satu sub kontraktor yang mengerjakan drainase di simpang D atas nama Oca, diduga tidak memenuhi standar pemasangan batu dan terkesan asal asalan. Dalam pengerjaannya, pihak PT wahana melalui humas yang di tunjuk, justru mengatakan hal yang tidak selazimnya di ucapkan oleh seorang humas yang notabenenya dia adalah seseorang yang ditugaskan guna menciptakan kondisi yang aman dan nyaman dalam melaksanakan pekerjaan

Agus, selaku humas mengatakan, bahwasannya bukan tugas media atau LSM untuk mengawasi dan menyalahkan pekerjaan seseorang akan tetapi itu adalah ranah dari konsultan dan pihak PU dan pihak audit.

“Pekerjaan itu kan belum final jadi belum bisa kita mengatakan pekerjaan itu layak atau tidak layak dan bukan tugas kalian selaku wartawan untuk mengawasi pekerjaan dan mengatakan itu. Itu ada tugasnya sendiri yaitu konsultan, pihak PU, tim audit dan yang berhak memeriksa adalah BPK dan KPK, “ucap Agus.

Dia pun selalu mengatakan bahwasannya dia banyak kenalan media nasional bukan hanya media lokal dan hubungan dia sudah berpengalaman di tingkat nasional bukan hanya di daerah. “Terkait proyek itu adalah proyek nasional jadi yang memiliki perusahaan ini pun bukan orang sembarangan. Dia punya uang dan kekuasaan, jadi kalau kalian hanya dengan memberitakan itu tidak ada ngaruhnya dengan pekerjaan itu, karena hubungan mereka langsung ke pusat,”jelas Agus.

“Sebelum melakukan pekerjaan ini mereka sudah kontrak atau MOU dengan kejaksaan, kepolisian, BPK, dan KPK, jadi kalau kalian mau melawan percuma hanya dengan berita tidak akan mempan,” Pungkas Agus.

Maraknya Pengerjaan drainase di Sungai Buaya, Register 45 dari Simpang Asahan sampai Simpang Pematang, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji diduga asal-asalan.

Dari pantauan, adukan pasir dan semen yang tidak menggunakan alat takar, hanya berdasarkan perkiraan. Selain itu, tidak adanya plang proyek yang mengindikasikan rekanan tidak ingin proyek tersebut diketahui oleh publik.

Terlihat dalam pengerjaan, batu hanya di susun tanpa diberi adukan, sehingga tidak memiliki kekuatan guna menahan air, bahkan ongkos tukang hanya di bayar Rp90 ribu per meter kubik.

Bahkan para pekerja yang mengerjakan proyek tidak dilengkapi dengan perlengkapan keamanan yang memadai. Sehingga cukup riskan dan membahayakan pekerja karena lokasi pengerjaan drainase berada di pinggir jalan.

Salah satu pekerja yang dikonfirmasi mengungkapkan jika proyek tersebut milik pemerintah.

“Setahu saya proyek ini milik pemerintah provinsi,” ungkap salah satu pekerja, Sabtu (10/4).

Sementara, ketika hal itu akan dikonfirmasi kepada rekanan bernama Oca, justru yang bersangkutan memblokir panggilan melalui WhatsApp. (red_)

drainase Register 45 Proyek drainase Reguster 45

Posting Terkait