Pengusaha Advertising Santai Tanggapi Maraknya Iklan Rokok

Bilboard milik perusahan advertising Dinamis di Jalan Gajah Mada,Tanjungkarang Timur, Bandarlampung yang mengiklankan produk rokok| Foto: Deni Ponco/Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Pengusaha advertising di Bandarlampung menyikapi santai terkait maraknya iklan rokok pada bilboard dan videotron yang melebihi batas dan aturan pemerintah. Mereka justru melempar permasalahan tersebut kepada pihak pemerintah daerah.

“Selama pemkab membolehkan dan bisa bayar pajak, its ok,” kata Kepala Cabang CV Davis Jaya, Frangky dengan santai saat dikonfirmasi Fajar Sumatera,Selasa (3/3).

Baca Juga:  Davis Jaya Perbaiki JPO Bandarlampung

Dia mengatakan, selama ini pihak perusahaan telah menyerahkan kewajiban ke pemerintah daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Sebelumnya diberitakan, iklan produk rokok di Kota Bandarlampung bagaikan jamur. Iklan itu terpampang melebihi batas aturan pemerintah akan ukuran, letak papan iklan dan larangan pemasangan iklan rokok pada kawasan bebas rokok atau jalan protokol.

Bahkan terdapat videotron yang letaknya berada di areal perkantoran Pemkot Bandarlampung yang mengiklankan produk rokok.

Baca Juga:  Komisi II Segera Tindaklanjuti Videotron PT Gudang Garam

Padahal, pemerintah kini tengah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya merokok serta disahkan peraturan pemerintah Tahun 2019 tentang pengendalian dampak negatif rokok serta tidak boleh adanya iklan di wilayah yang berhubungan dengan komunitas anak.

“Pemerintah juga membatasi iklan, promosi dan sponsorsip rokok melalui  Permenkes No 28 Tahun 2013,” ungkap Kepala Bidang Pemeriksaan Badan Pom Bandarlampung Tri Suyanto, Senin (2/3).

Baca Juga:  Iklan Rokok di Bandarlampung Menjamur

Tri menjelaskan, secara tehknis  mengenai pengawasan dan tindakan, sebagai pelaksana Badan Pom berpedoman pada PP no 109 tahun 2012 tentang pengawasan prodak iklan yang mengandung zat berbahaya seperti rokok.

“Mengenai hasil dari pengawasan akan dilakukan penindakan yang berupakan sanksi tegas,” kata dia. (DP)

 

Advertising Davis Jaya Iklan Rokok Videotron

Posting Terkait