Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terapkan Harga Minimum

BANDARLAMPUNG—Asosiasi Sanggar Bunga Lampung (ASBL) mengadakan Deklarasi dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) perdana di Hotel Sheraton Bandarlampung, Selasa (12/12). ASBL merupakan perkumpulan pengusaha bunga papan yang ada di Lampung.

Ketua Umum ASBL Gilang Ramadhan mengatakan, dari 80 pengusaha bunga papan di Lampung, 46 diantaranya sudah bergabung menjadi anggota ASBL.

Dalam acara tersebut, Gilang Ramadhan dan pengurus lainnya membacakan kata-kata deklarasi. Sementara Pusaka ASBL diserahkan oleh Kepala Dinas Pemukiman dan Pengairan Provinsi Lampung Edarwan kepada Gilang.

“Asosiasi ini jadi wadah komunikasi antar-seluruh pengusaha. Tujuan utamanya adalah menyetarakan harga dasar. Jadi, sesuai kesepakatan harga minimumnya sama,” kata Gilang saat ditemui awak media, Selasa (12/12).

Kesepakatan tersebut dibuat untuk mengantisipasi adanya pengusaha yang banting harga atau berpedoman asal laku. Sebab, hal itu akan membuat bisnis sanggar bunga menjadi tidak berkualitas dan antar pengusaha menjadi tidak kompak. Sementara mengenai sanksi, Gilang mengaku masih akan membahas hal tersebut pada Rakerwil.

“Sudah ada beberapa kejadian, sanggar bunga baru muncul langsung banting harga. Kedepan, ketika ada sanggar bunga baru, akan kami gandeng untuk bergabung di ASBL. (Sementara sanksi) akan dibahas di Rakerwil, apa yang akan dilakukan jika ada melanggar harga standar itu,” katanya.

Gilang menambahkan, tren “Katakan dengan papan bunga” yang marak selama 3-4 tahun terakhir membuat bisnis sanggar bunga semakin banyak.

“Saya lihat, di Lampung ini orang lebih bergengsi mengirim papan bunga daripada amplop saat ada acara-acara,” tambahnya.

Selain Deklarasi, Pelantikan, dan Rakerwil perdana, acara juga dimeriahkan dengan lomba keindahan papan bunga yang diikuti oleh seluruh anggota ASBL. Papan bunga paling cantik dan kreatif akan menjadi pemenangnya.(ZN

Posting Terkait