Penundaan Pilkades Sungai Badak Dinilai Sepihak

MESUJI – Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Sungai Badak Kecamatan Mesuji, sangat menyayangkan atas langkah Bupati Mesuji yang telah mengambil keputusan secara sepihak dalam penundaan Pilkades PAW Desa Sungai Badak.

Keputusan penundaan ini tertuang dalam surat Bupati Mesuji Nomor : 141/5316/IV.13/MSJ/XII/2020 tertanggal 14 Desember 2020.

Faisal (Cakades) kecewa berat, dengan keputusan Pak Bupati (Saply). Bupati harusnya jangan sepihak donk dalam mengambil keputusan penundaan ini,” ketusnya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (16/12/2020)

“Desa lain yg melaksanakn pilkades PAW tgl 14-12-2020 sudah selesai yaitu desa wira bangun kec simpang pematang kab mesuji. Kenapa kami ditunda?,” Imbuhnya.

Faisal lantas menuding bahwa Bupati Mesuji tidak mengindahkan Permendagri nomor 65 tahun 2017 dan Peraturan Daerah nomor 06 tahun 2017 tentang pemilihan dan pemberhentian Kepala Desa, yang menyebut, jika pemilihan Kepala Desa dapat ditunda jika diikuti hanya satu calon saja. Dan juga, sesuai aturan, pelaksanaan Pilkades PAW paling lambat dilakukan 6 bulan sejak Kepala Desa diberhentikan, meninggal atau berhenti (mengundurkan diri) dengan sisa jabatan lebih dari setahun.

” Calon Kepala Desa Sungai Badak diikuti Empat Calon. Dan, Kepala Desa Sungai Badak dijabat Pj (Penjabat) sudah hampir satu tahun, kok ini mau ditunda lagi Pilkadesnya. Ini sangat aneh, tiba-tiba Bupati mengeluarkan surat penundaan itu, ada apa? Padahal, tahapan pelaksanaan pilkades sudah berjalan dan sesuai jadwal, hari ini merupakan pemilihan Kepala Desa Sungai Badak, dan masyarakat sudah tau kalau hari ini tgl 16 adalah pemilihan ” katanya.

Mantan anggota DPRD dari Partai Hanura periode 2014-2019 ini juga menyoroti surat Bupati Mesuji, Saply yang menganggap bahwa surat pemberhentian panitia pelaksanaan Pilkades PAW Desa Sungai Badak oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak sah. Faisal menilai ini sangat lucu , karena sepengetahuannya BPD meminta pertanggung jawaban panitia lantaran BPD tidak pernah menerima laporan dari panitia PAW pilkades. Dan, ada pernyataan dari panitia yang akan mengundurkan diri dari kepanitiaan.

” Artinya ini sudah permintaan mereka sendiri. Itu terjadi pada tanggal 2 Desember lalu, mereka minta waktu 4 hari (mengundurkan diri) tapi ditunggu tidak ada surat pengunduran diri. Akhirnya, BPD mengambil sikap memberhentikam kepanitiaan yang ada. BPD berinisiatif mengambil alih tahapan Pilkades PAW selanjutnya. Dan ternyata berkas calon kades yang tadinya ada empat, dikembalikan ke BPD cuma ada berkas 3 calon.

Kemudian faktor kondusifitas dan keamanan, ini sangat mengada-ada, karena disini aman-aman saja, tidak ada antar calon saling ejek, saling serang apalagi mau bentrok. Kalau soal keamanan kan kita punya TNI dan Polisi. Didesa ada babinsa, Babinkamtibmas, Bupati seharusnya menanyakan hal ini terlebih dahulu ke pihak keamanan, jangan main ambil keputusan sendiri.

Kami sangat dirugikan dengan penundaan ini, seharusnya pihak pemda khususnya kecamatan jangan terkesan ada kesengajaan dan pembiaran terkait ini. Mereka harusnya mencari solusi, jalan keluar terbaiknya apa, gitu donk selaku peran pemerintah. Kami kecewa berat, dengan keputusan bupati, bupati juga jangan sepihak donk dalam mengambil keputusan.

Di lain sisi Sandani salah satu calon, menjelaskannya bahwa mereka merasa keberatan atas di tunda nya pemilihan Kepala desa disungai badak yang di gelar pada hari ini, dirinya sangat menyayangkan karena jeri payah mereka sudah mengeluarkan biaya , waktu yang sudah dipersiapkan dari awal ternyata di undur sampai batas waktu yang tidak jelas, ” Ucapnya

Posting Terkait