Penyakit Akut Harga Daging

Ngupi Pai

Oleh Supendi

Kenapa ya harga daging sapi selalu melambung memasuki awal puasa lebih-lebih mendekati Lebaran? Jawabannya bisa beragam dari mulai teori sampai pada hal-hal teknis di lapangan.

Kalau teori ekonominya bilang, kenaikan harga daging atau sembako menjelang hari besar seperti puasa dan Lebaran sudah lumrah lantaran melonjaknya permintaan. Disisi lain stok ikutan menipis sehingga pedagang/distributor daging tak punya pilihan lain selain menaikkan harga.

Terus kalau stok melimpah alias terjaga kenapa pula harga daging tetap tinggi? Pedagang bilang, karena ini momennya menaikkan harga, toh yang beli juga tetap banyak. Kenapa sebab? Karena makan daging sapi diawal puasa terlebih saat Lebaran sudah menjadi tradisi, seolah-olah wajib hukumnya. Meski harga jelas-jelas mahal, lapak pedagang daging tetap saja dipenuhi pembeli.

Baca Juga:  Transmigrasi Perlu Perhatikan Budaya Lokal

Kalau ini ditanyakan ke pemerintah? Nggak kok, harga daging tetap stabil, pantauan harga di pasaran harga daging tetap stabil. Apalagi pemerintah sudah bikin operasi pasar yang menjual daging dengan harga murah jadi masyarakat punya alternatif. Ini prestasi buat pemerintah karena berhasil menekan harga. Titik tekannya prestasi buat pemerintah bukan buat warga sebenarnya.

“Oh ya, pantesan murah. Kan yang dijual juga daging beku. Bedalah sama daging segar. Masyarakat juga sudah tau bedanya,” kata pengusaha daging sapi.

Bukannya apa-apa, masyarakat tadinya kadung menaruh harapan besar terhadap pemerintah yang menjanjikan harga daging dimasa puasa dan Lebaran tahun ini bakal aman-aman saja. Ada dua poin jaminannya, stok daging sapi yang melimpah bahkan bisa memasok daerah lain, kedua soal stabilitas harga yang terjaga.

Baca Juga:  Gratifikasi dan Korupsi

Wakil Ketua Dewan Gabungan Pengusaha Sapi Potong Indonesia (Gapeksindo), Didiek Purwanto bilang, stok sapi di Lampung saat ini mencapai 59.134 ekor. Dengan jumlah itu, Lampung masih surplus bahkan bisa menyuplai kebutuhan daging untuk daerah lain seperti Jabodetabek, Padang, Medan dan Palembang.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Ekbang Lampung Taufik Hidayat dalam rapat persiapan memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan Ramadan dan Idulfitri 2018 bilang kalau Lampung adalah lumbungnya daging.

“Kami akan memprioritaskan ketersediaan dan keterjangkauan harga daging sapi di Lampung. Sebab, hal ini sudah menjadi kewajiban kami dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan segala macam bentuk pangan, khususnya daging sapi,” katanya.

Baca Juga:  Pura-pura Miskin

Tapi apa mau dikata, janji memang tak selalu bisa ditepati. Entah sampai kapan penyakit akut melonjaknya harga daging sapi bisa diobati. Melonjaknya harga daging dari harga normal Rp110 ribu –Rp115 ribu per kg menjadi Rp125 ribu – Rp140 ribu per kg sudah bikin hubungan masyarakat dengan daging sapi semakin renggang. Mau makan daging sapi aja susah, padahal Lampung ini kan lumbungnya daging.(*)

 

 

786 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

harga daging sapi lampung stok daging lampung surplus

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan