Perkara Korupsi Mustafa di Tangan KPK: Tahap Penyelesaian Berkas dan Telaah Keterlibatan Azis Syamsudin

Perkara Korupsi Mustafa di Tangan KPK: Tahap Penyelesaian Berkas dan Telaah Keterlibatan Azis Syamsudin

Azis Syamsudin. Foto: Istimewa

Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan kabar teranyar soal penanganan perkara mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa. Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, berkas perkara Mustafa kini tengah berada pada tahap penyelesaian untuk ditingkatkan ke tahap penuntutan.

“Masih penyelesaian kelengkapan berkasnya,” kata Ali Fikri, saat dihubungi Fajar Sumatera, Kamis malam, 12 Maret 2020.

Untuk diketahui, KPK menduga Mustafa telah menerima fee dari paket proyek di Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah dengan kisaran fee 10-20 persen dari nilai proyek. Total gratifikasi yang diterima Mustafa setidaknya sebesar Rp95 miliar.

Baca Juga:  Mencari Dalil Mengapa Dulu Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Disidang di PN Jakpus

Lembaga antirasuah ini, kata Ali Fikri, juga membuka peluang, bahwa KPK akan menindalanjuti segala fakta yang sebelumnya pernah terungkap saat Mustafa disidang atas perkara suap pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perubahan Tahun 2017 untuk Kabupaten Lampung Tengah–dalam kasus Mustafa yang pertama.

Pernyataan Ali Fikri itu merujuk kepada dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang diungkapkannya kepada awak media di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020 lalu. Sebab, saat pengesahan dana alokasi khusus (DAK) perubahan 2017, Azis yang merupakan Politikus Golkar menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI.

Baca Juga:  Firli Bahuri dan Deputi Penindakan Diadukan Gara-gara OTT UNJ ke Dewas KPK

“Saat ini penyidikan perkara atas nama tersangka MUS (Mustafa) masih berjalan. Namun setiap fakta sidang yang sebelumnya terungkap dalam persidangan MUS dalam perkara sebelumnya akan dicermati dan dipelajari oleh tim,” ujar Ali Fikri Fikri.

Hal tersebut juga didukung oleh laporan Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) yang melapor kepada KPK terkait keterlibatan Azis Syamsuddin dalam kasus dugaan suap DAK Lampung Tengah. Laporan itu menurut KAKI, berangkat atas pengakuan Mustafa yang sebelumnya mengaku adanya permintaan fee DAK sebesar 8% dari Azis.

Baca Juga:  Aliran Uang Mengalir Dari Dokter Maya Metissa, Indikasi Permainan Fee Proyek di Dinas Kesehatan Menguat

Dikatakan Ali, setiap laporan dari masyarakat diterima oleh Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK. Laporan itu ditelaah lebih jauh oleh tim. “Mengenai perkembangan setiap pengaduan masyarakat, KPK mempersilakan pelapor untuk dapat menanyakan langsung ke bagian verifikasi pengaduan masyarakat atau call center 198,” jelas Ali.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin telah membantah menerima fee dari Mustafa. Azis menyebut tudingan dirinya meminta fee dalam pengesahan DAK 2017 adalah tidak benar. (Ricardo)

Azis Syamsudin Bupati Lampung Tengah KPK Mustafa

Posting Terkait