Pesawaran Residence sepakat Beri Akses Jalan Ponpes Tahfidz Qur’an Darul Ulum

Pesawaran (Fs) – Setelah viral di media sosial, tentang video pengurus dan santri pondok pesantren Tahfidz Qur’an Darul Ulum, yang menceritakan keluh kesah mereka karena tidak memiliki akses masuk ke ponpes, memohon kepada pemerintah dan presiden Jokowi, agar, terkait persoalan akses jalan masuk ke Pondok Pesantren yang tertutup tembok pembatas dapat di buka kembali,

Menindak lanjuti video yang tengah viral tersebut, Sebagai Kepala daerah, Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, langsung melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak, untuk menyelesaikan persoalan akses jalan masuk ke Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darul Ulum dengan pihak Manajemen Perumahan Pesawaran Residence, dengan solusi membuat surat kesepakatan antara kedua belah pihak.

“kedatangan Saya kesini, adalah memediasi kedua belah pihak agar permasalahan ini cepat selesai, dan aktifitas Pondok Pesantren juga tetap berjalan, kerukunan warga perumahan, juga tetap terjaga tanpa mengurangi tingkat kenyamanan dan keamanan,” ujar dendi

“dalam kesepakatan, pihak manajemen Pesawaran Residence menyepakati akan membongkar sendiri pagar akses masuk ke Pondok Pesantren 1×24 jam setelah penandatanganan kesepakatan kedua belah pihak, dan pihak manajemen juga menyetujui memberikan akses jalan di komplek perumahan menuju ke Pondok untuk kepentingan ibadah,” jelasnya (jumat, 30 juli 2021)

Kemudian, tambah dendi, bahwa dalam kesepakatan, pihak Pondok telah menyepakati dan berjanji, terkait akses yang diberi pihak perumahan, supaya dipergunakan untuk akses Pondok Pesantren Darul Ulum, dan tidak dipergunakan dalam kepentingan lain atau dikomersilkan.

“untuk memberikan rasa aman dan nyaman warga perumahan, pihak Pondok bersedia membangun pagar, yang sifatnya permanen diperbatasan tanah miliknya, dalam waktu selambat-lambatnya, empat bulan dari surat kesepakatan ini di tanda tangani,” tambahnya

Mengenai komitment dari kedua pihak, atas surat kesepakatan, yang sudah diatur, apabila di kemudian hari ada dari kedua belah pihak melanggar kesepakatan tersebut, kedua belah pihak akan bersedia menerima sanksi yang telah disepakati,” kata dia. (Dponco)

Posting Terkait