Polda Tunggu Laporan Resmi Medi

Brigadir Medi Andika, terdakwa kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap anggota DPRD Bandarlampung, M. Pansor, divonis mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang.

Brigadir Medi Andika, terdakwa kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap anggota DPRD Bandarlampung, M. Pansor, divonis mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Senin (17/4). Foto (Tommy Saputra)

BANDARLAMPUNG-Agenda pemeriksaan ulang terhadap Brigadir Medi Andika, terpidana mati kasus mutilasi dan pembunuhan terhadap M.Pansor belum terlaksana.

Menurut Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung AKBP Juni Duarsah, pihaknya tidak akan menindaklanjuti pernyataan Medi dalam duplik di Pengadilan Tanjungkarang beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Misteri Pembunuh Pansor Mulai Terkuak

“Sebelum dia (Medi, red) membuat laporan resmi ke Polda Lampung, kami tidak akan menindaklanjutinya,” kata AKBP Juni di depan Masjid Al Iqlas Polda Lampung.

Dia justru mempertanyakan kenapa dugaan keterlibatan Umi Kalsum, istri korban M Pansor baru diungkap Medi menjelang vonis mati oleh majelis hakim di PN Tanjungkarang.

“Saat diperiksa penyidik di Polda, saudara Medi tertutup dan tidak mengakui perbuatannya. Kenapa baru sekarang dia ungkap?” tegas AKBP Juni.

Baca Juga:  Medi Sebut Istri Pansor Terlibat Pembunuhan

Yang jelas, kata dia, pihaknya meminta Medi membuat laporan secara resmi ke penyidik Subdit III Dirkrimum Polda Lampung. “Tidak ada pemeriksaan ulang terhadap Medi, kasusnya dianggap sudah selesai. Kecuali, dia melapor kembali secara resmi ke Polda,” pungkasnya. (HM)

Pansor

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan