Praktik Rubah Akte Kelahiran Membludak di Disdukcapil Kota

Ist

BANDARLAMPUNG,-Memasuki masa pendaftaran siswa baru, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandarlampung, dipenuhi para orang tua yang ingin memperbaharui dan mengganti akte kelahiran. Hal tersebut disinyalir untuk persyaratan masuk sekolah.

Kepala Dinas Disdukcapil Kota setempat, Zainudin mengatakan mengungkapkan membludaknnya masyarakat di pelayanan umum tersebut, yang terjadi di kantor satu atap tepat di loket pelayanan masyarakat, hampir semua masyarakat yang datang berniat mengubah akte lahir anak.

“Memang banyak namun tidak kita layani, karena ini kan sudah dasar ketentuan sekolah kalau tidak sesuai dengan ketentuan iya nggak bisa dong,” kata Zainudin, saat di jumpai Fajar Sumatera, Kamis (13/7).

Baca Juga:  Disdukcapil Pesawaran Fasilitasi Anak Nikah Siri Dapat Akte

Dirinya menambahkan, banyaknya laporan masyarakat yang ingin meminta tolong melalui staf kerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Saya juga sudah koordinator, kemarin juga banyak yang ingin minta tolong kepada staff saya, tapi jangan ada yang dilayani karena ini kan nggak boleh,” ungkapnya.

Lanjutnya, meskipun perubahan akte yang dilakukan masyarakat memiliki beribu alasan demi merubah, Mantan Kepala Disbertam Kota Bandarlampung ini menaruh kecurigaan dan tetap tidak dilayani olehnya beserta jajarannya.

Baca Juga:  Disdukcapil Pesawaran Fasilitasi Anak Nikah Siri Dapat Akte

“Karena banyaknya laporan, banyak sekali alasan mengingat harus ada dasar, saya curiga nantinya bakal masukin anak sekolah dengan menaikkan umurnya, padahal kan semua harus ada dasar, dan ini nggak boleh, kita nggak bakal kasih pelayanan, bisa-bisa nanti kita yang disalahin dari atasan,” terangnya.

Di lain sisi, Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi menghimbau agar Disdukcapil jangan sampai melayani orang tua yang memaksakan kehendaknya merubah akte kelahiran anaknya.

“Kalau syarat masuk SD harus 6 tahun ya jalani. Jangan ada permainan merubah-rubah akte lahir di tua-tua kan, kasian nanti anaknya data-data nya itu nggak konek ke data NIK di pusat kan nanti anaknya itu sendiri yang rugi,” jelas Wiyadi.

Baca Juga:  Disdukcapil Pesawaran Fasilitasi Anak Nikah Siri Dapat Akte

Politisi PDIP ini menambahkan, sekolah juga jangan ada permainan dengan para orang tua murid, sampai ada pembelian bangku, atau lainnya, karena ini akan merusak citra pendidikan.

“Tidak baik juga untuk nama sekolah tersebut bila ketahuan ada permainan beli bangku, sudah anak nya dirugikan nama sekolahnya pun ikut, kita ikuti aturan yang ada saja lah,” tandasnya. (JI)

Akte Kelahiran

Posting Terkait