Program Mustafa Minta Nyawa

Ilustrasi (ist)

BANDARLAMPUNG – Program perbaikan jalan Bupati Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa, minta tumbal dengan meminta nyawa.

Persisnya di Jalan Punggur – Mojopahit, Lamteng, yang rusak parah selama bertahun-tahun, meminta nyawa Rahman Thoibi (35), warga Jalan Nunyai KAV A No 102, Kelurahan Raja Basa, Bandarlampung. Korban tewas seketika gara-gara menghindari lubang.

Akademisi Universitas Lampung (Unila), Yusdianto, mengatakan, seharusnya Pemkab Lamteng ada usaha untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak parah, jangan justru bertindak ketika iklim politik sedang panas atau demi kepentingan.

“Ini harus jadi koreksi bersama, DPRD setempat juga harus bisa menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawas. Jika itu jalan kabupaten yah kepala daerah setempat yang bertanggung jawab. Jangan sampai, karena sudah menelan korban baru diperbaiki,” paparnya, Kamis (6/7).

Baca Juga:  Infrastruktur Jalan Lampung Tengah Makan Korban Jiwa

Dirinya melanjutkan, jika masyarakat ingin mencintai pemimpinnya, maka harus bisa memberikan hal terbaik.

“Mulailah membangun daerah sendiri jangan menjadi kutu loncat. Masyarakat sudah cerdas kok sekarang ini. Jadi tahu mana yang kerja atau hanya diam,” tukasnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Bandarlampung (UBL), Ilham B Malik, menjelaskan, bahwa sebenarnya kasus seperti ini juga terjadi dibanyak kabupaten/kota yang lain. Namun, ini yang menjadi tantangan kepala daerah itu sendiri.

“Ada korelasi antara kerusakan infrastruktur dengan kecelakaan. Apalagi ini sudah masuk program politik dan pasti ada hubungannya meskipun tidak ada hubungannya dengan banner,” canda Ilham, kepada Fajar Sumatera.

Baca Juga:  Banjir di Pantura Jawa Tengah Memakan Korban Jiwa

Lanjutnya, siapapun yang mau mencalonkan ke level tertinggi seperti Gubernur, memang memiliki beban yang tidak kecil bahkan berat. Karena, masyarakat akan melihat apa yang sudah dilakukan kepala daerah tersebut untuk wilayahnya masing-masing.

“Semakin baik daerah yang dia pimpin maka kepercayaan publik tinggi, begitu sebaliknya, jika buruk maka semakin rendah. Nah, sekarang waktunya bagi setiap kepala daerah untuk berbuat yang terbaik,” tukasnya.

Dibidang infrastruktur, kata Ilham, merupakan bidang yang paling penting. Pasalnya, kasus kerusakan infrastruktur di Lamteng sama dengan di Kota Bandarlampung. “Bicara keduanya, kota dan kabupaten ini, problemnya tidak jauh berbeda, masih dipersoalan infrastruktur.

Baca Juga:  Banjir di Pantura Jawa Tengah Memakan Korban Jiwa

Untuk itu, ketika mereka mencalonkan diri sebagai gubernur harus ada pembuktian. Jangan heran pasti ada upaya penjegalan satu sama lain,” imbuhnya.

Menurut ilham, kita harus fair (adil) dan jangan terjebak oleh permainan politik. Sebab kita bukan wayang dan cecunguk mereka. Karena itu kita harus adil dalam melihat pencapaian selama menjadi pimpinan didearah masing-masing.

“Kita kapok menjuak yang baik-baik ternyata tak baik, kita fair saja,” tandasnya (ZN)

Korban Jiwa

Posting Terkait