Protes Gedung Baru, Warga Gunung Tapa Ilir Geruduk Yayasan Hidayatul Muslimin

MENGGALA,-Puluhan Warga Masyarakat Kampung Gunung Tapa Ilir Kecamatan Gedung Meneng Tulangbawang,sambangi Yayasan Hidayatul Muslimin.

Kedatangan para warga tersebut bertujuan memprotes berdirinya bangunan ruang kelas baru,yang dirasa kurang tepat lantaran mengangu kenyamanan warga serta membelakangi Kediaman pribadi Kepala Kampung.

Bahkan para warga menilai adanya ketidak transparan pihak Yayasan,terkait asal muasal bangunan sekolah tersebut lantaran bangunan tidak disertai keterangan apapun.

Salah satu perwakilan wali Murid Ji mengatakan jika sama sekali tidak mengetahui dari mana asal sumber anggaran pembangunan ruang kelas tersebut.

Selain itu,kata Ji,bangunan yang diletakan disamping bangunan lama,sangat tidak tepat,menutupi jalan masuk,juga membelakangi rumah Kakam,

“Tidak pas,disitu sangat mengangu,padahal lahan masih banyak kenapa tidak di bangun di lahan bagian sampingnya lebih pas ini lantaran tidak adanya koordinasi pihak sekolah dengan komite serta Kakam jadi asal asalan bagiannya,” ujanrnya.

Keadaan tersebut semakinĀ  di perparah lagi lanjut nya akibat dari bangunan tersebut sangat merugikan warga setempat yang berjualan guna mencari rejeki.

“Karena akibat dari bangunan yang baru ini warga yang biasa berjualan tidak bisa lagi berjualan lantaran di tutup oleh bangunan itu karena siswa siswi yang akan jajan sudah tidak bisa lagi keluar untuk jajan seperti biasanya,” bebernya.

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak yayasan agar membuatkan gerbang/pintu masuk tepat ditengah bangunan baru tersebut.

“Silahkan lanjutkan pembangunanya tapi harus dibuatkan pintu masuk,kalau masih tidak di indahkan robohkan saja bangunanya,”tandasnya.yang di amin para kalangan ibu-ibu.

Babinsa Kampung setempat M.Saleh,yang kebetulan berada di lokasi meminta warga masyarakat bersabar dan tidak melakukan perusakan terhadap aset yayasan.

“Sabar silahkan sampaikan Aspirasi,jangan bertindak anarkis,saat ini pihak sekolah maupun pengurus yayasan tidak berada ditempat,namun Saya bersama Babinkamtibmas akan berkoordinasi dengan pihak yayasan untuk mencari solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak,”tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan Ketua dan Sekretaris Yayasan Hidayatul Muslimin belum bisa di hubunggi untuk diminta tangapanya terkait adanya protes warga terhadap bangunan baru sekolah,bahkan Sekretaris Yayasan Rahmad Hidayat,melalui pesan Whats App,meminta untuk tidak lagi menhubunginya lantaran Hand Phone masih dipakai Adiknya.

Sementara Komite sekolah,mengatakan jika dirinya sama sekali tidak mengetahui asal muasal anggaran pembangunan,dan kenapa bangunan diletakan membelakangi Kediaman Kakam.

“Saya tidak tahu,jabatan Komite yang saya pegang hanya sebatas Formalitas,kayaknya saya memang ga pas jadi Komite,saya hanya Petani tahunnya pegang Arit dan Cangkul,”akunya.(Fs-Murni.Ac)

Posting Terkait