Puskesmas Gedong Air Siagakan Kader Kelurahan Cegah DBD

Eti Rahyuni | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Puskesmas Gedong Air mengadakan sosialisasi mengenai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sosialisasi ini diadakan untuk memperdalam dan menekankan kembali program  1R1J.

Program ini bertujuan untuk menekan kasus DBD yang ada di wilayah Kota Bandarlampung.

Sosialisasi itu juga membahas detail mengenai nyamuk aedes aegypti, mulai dari ciri-cirinya, tempat berkembangbiakan, mekanisme penularan, gejala hingga cara pemberantasannya mengingat di musim penghujan adalah masa di mana nyamuk ini berkembangbiak dengan cepat.

Baca Juga:  Puskesmas Gedong Air bersama Dinkes Bahas Program Posyandu Remaja

“Masyarakat diajak untuk selalu menjaga kebersihan dengan cara menguras bak mandi, memperhatikan dan menjaga genangan air yang ada di tanaman hias yang daunnya dapat menampung air dalam satu rumah juga harus ada satu jumantik (juru pemantau jentik) untuk mengendalikan kesehatan dalam keluarga,” kata Izul Fatmi, Pj DBD Puskesmas Gedong Air, Jumat (7/2).

Baca Juga:  28 Kasus DBD Menimpa Lambar, Warga Diimbau Lakukan PSN

Dia menyebutkan, kasus DBD di Kota Bandarlampung sejak 2016 sampai 2019 mengalami peningkatan. “Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 1198 kasus mengenai DBD, maka di tahun 2020 ini dianjurkan untuk melakukan 3M Plus seminggu sekali yaitu menguras menutup dan memanfaatkan kembali, mengganti serta menguras air yang ada di vas bunga, karena belum adanya obat anti virus yang khusus, maka dari itu cara menanganinya dengan mencegah penyakit tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga:  KNPI Lampung Timur Fogging Focus di Pasarsukadana

Puskesmas Gedong Air yang memiliki 25 kader disetiap kelurahan sebagai tim khusus siap siaga untuk menangani DBD. (ER/NM)

DBD Puskesmas Gedong Air

Posting Terkait