Puskesmas Gedongtataan Bohongi Pasien BPJS

Ilustrasi.

GEDONGTATAAN – Petugas pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Gedongtataan membohongi masyarakat tentang penyakit apa saja yang ditanggung oleh BPJS.

Hal itu nampak saat Nasrin, salah satu warga Desa Padangratu, Kecamatan Gedongtataan yang hendak mengobati adik iparnya yang tengah sakit.

“Awalnya adik saya itu datang ke Puskesmas Gedongtataan untuk berobat karena tangannya terluka kena paku dugaannya tetanus,” jelasnya, Selasa (23/10).

Menurutnya, adiknya justru akan dikenakan sejumlah biaya untuk pengobatan tersebut. “Adik saya itu punya BPJS, tetapi kata salah satu dokter yang ada di pelayanan itu, adik saya diminta uang Rp200 ribu untuk biayanya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab-BPJS Teken MoU

“Tapi karena adik iparnya itu tidak membawa uang, lalu adiknya memutuskan pulang untuk mengambil uang, pada saat mau pulang dipanggil lagi sama dokternya kalau biayanya katanya hanya Rp160 ribu,” timpalnya.

Mendapatkan informasi dari adiknya tersebut, Nasrin berupaya untuk menanyakan perihal tersebut kepada pihak Puskesmas Gedongtataan. “Pada saat ke Puskemas Gedongtataan, saya tanya katanya suntik tetanus itu tidak ditanggung BPJS, kemudian saya diminta untuk bertanya langsung kepada BPJS mengenai hal tersebut,” tukasnya.

Akhirnya, dia memutuskan untuk pergi ke kantor BPJS Pesawaran untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. “Pada saat saya ke kantor BPJS, saya langsung bertemu dengan pimpinan BPJS Pesawaran pak Erwin. Di situ saya bertanya kepada beliau, kata Pak Erwin suntik tetanus itu ditanggung oleh BPJS,” katanya.

Baca Juga:  BPJS Disuntik Rp4,9 Triliun

Bahkan, ia menjelaskan, pihak BPJS sempat mendatangi Puskemas Gedongtataan untuk menkonfirmasi perihal menyangkut adik iparnya tersebut. “Pak Erwin itu sempat mencoba menghubungi Puskesmas Gedongtataan tapi tidak ada jawaban, setelah itu saya bersama dengan pak Erwin mendatangi Puskemas Gedongtataan,” jelasnya.

Setelah itu, ia menyatakan bahwa, adiknya tersebut langsung mendapatkan pelayanan berupa pengobatan terhadap penyakit yang di derita adiknya tersebut. “Setelah pimpinan BPJS nya turun langsung, adik saya langsung ditangani tanpa di pungut biaya,” ucapnya.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Gelar Sarasehan Dengan Polda Lampung

Akibat peristiwa tersebut, ia mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan Puskesmas Gedongtataan. “Jujur saja saya sangat kecewa dengan adanya peristiwa tersebut. Dan saya berharap kepada pak Bupati dan anggota DPRD Pesawaran untuk bisa mengevaluasi kinerja Puskesmas Gedongtataan,” tutupnya.

Sementara itu,  Kepala Puskesmas Gedongtataan Dr. Imelda Carolina saat dihubungi terkait peristiwa tersebut belum bisa dikonfirmasi meskipun kondisi ponselnya dalam keadaan aktif. (MH/PS)

 

 

 

 

BPJS Layanan Kesehatan Puskesmas

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan