Sahri Diisolasi Lantaran Gangguan Jiwa

Ilustrasi (Ist)

SUKADANA– Keseharian Sahri (34) kini hanya dapat memandang dunia luar dari gubuk reot. Warga Desa Asahan, Kecamatan Jabung, Lampung Timur (Lamtim), diisolasi karena menderita gangguan jiwa. Keluarga terpaksa mengurungnya karena sering mengamuk.

Pantauan dilokasi,  gubuk yang terletak di belakang rumah ini, semula kandang sapi. Berdinding bambu renggang sehingga angin berembus kencang menerpa Sahri. Sesekali tetangga dan keluarga datang, sambil menawarkan rokok, tapi tak dia hiraukan.

Baca Juga:  Lantaran Sering Mengamuk, Jainudin Dipasung

Sehari-hari, Sahri hanya duduk di atas dipan terbuat dari bambu yang mirip lantai kandang kambing. Kakinya dirantai agar tak bisa keluar gubuk dan berkeliaran. Tubuhnya hanya mengenakan sarung pendek tanpa dibalut baju. Di sekelilingnya tak ada benda apa-apa kecuali botol bekas minuman soda, tempat minumnya.

Menurut Rama, tetangga, Sahri sudah sering berobat. Bahkan tanah pun habis terjual untuk biaya berobat, tapi tidak kunjung sembuh juga. “Dia mengidap sakit jiwa ini sekitar delapan tahun lalu,” kata Rama.

Baca Juga:  Polisi Periksa Kejiwaan Pembunuh Sadis

Sebenarnya, Sahri pernah dibawa berobat ke RS Jiwa Lampunng Kurungan Nyawa, Pesawaran. Sempat dembuh tiga bulan tapi kambuh lagi. Ketika dibawa ke RS Jiwa lagi, saat itu ruangan penuh, sehingga kembali ke Jabung.

“Dulu di awal-awal menderita sakit jiwa, dia dipisahkan tempat tinggalnya. Tapi karena sering mengamuk, lalu disediakan tempat khusus di gubuk belakang rumah ibunya,” kata Rama.

Baca Juga:  Pemuda Gangguan Jiwa Bacok Tiga Warga

Keluarga masih berharap Sahri yang belum menikah ini kembali sembuh seperti sedia kala. Rencananya, Sahri akan kembali berobat ke RS Jiwa, namun masih menunggu biaya terkumpul. Menurut Rama, pihak keluarga sudah habis-habisan mengobati Sahri. “Keluarganya kurang mampu, tapi mudah-mudahan minggu ini bisa dibawa berobat ke RS Jiwa,” kata Rama. (LP)

Gangguan Jiwa

Posting Terkait