Saksi Ini Siap dan Tanggungjawab Bila Dipolisikan Chusnunia Chalim

Saksi Ini Siap dan Tanggungjawab Bila Dipolisikan Chusnunia Chalim

Memegang microphone, Midi Iswanto. Foto: Ricardo Hutabarat.

Fajar Sumatera – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim selalu ingkar atas apa yang diutarakan oleh Midi Iswanto di ruang sidang atas perkara suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Terlebih Chusnunia Chalim alias Nunik berulang-ulang ingkar bila Midi dan dikuatkan oleh kesaksian Khaidir Bujung serta Musa Zainudin menguak perihal Nunik lah yang menjadi inisiator atau pencetus angka Rp 18 M yang harus disiapkan Mustafa sebagai mahar politik hingga dukungan dari PKB.

Baca Juga:  Endah Kartika Prajawati Mangkir Jadi Saksi: Kata Sopian Sitepu Sakit, Tapi Tidak Terakan Surat Keterangan

Midi bahkan kepada KPK telah memberikan buku yang menyediakan informasi perihal pencatatan pemberian dan penggunaan uang oleh Nunik yang diambil dari Rp 18 M.

Kepada reporter Fajar Sumatera Midi mengaku siap atas apa konsekuensi yang akan diterima di kemudian hari, bahkan bila ia diadukan ke polisi atas keterangan-keterangannya ke KPK.

Baca Juga:  Kabupaten Lampung Utara Era Zainal Abidin: Budaya Fee Proyek 20 Persen Juga Terjadi Kata Ketua Gapeksindo

Nunik yang selalu mengeluarkan bantahan atas kesaksian Midi bungkam saat ditanya kesediaannya untuk melaporkan Midi, sosok yang telah dianggapnya kakak angkatnya.

Seperti biasa, Nunik selalu melengos dari hadapan wartawan ketika ditanya perihal kasus Mustafa. Tak hanya kali ini saja. Ketika Nunik di gedung KPK, ia melakukan hal yang sama.

Tak jarang juga ia mengumbar senyum. Namun kali ini senyum Chusnunia Chalim tidak terlihat jelas, sebab ia menggunakan masker.

Baca Juga:  Mengenal Betapa Langkanya Hotmail, Layanan Email Microsoft yang Mengirim Dokumen Dugaan Korupsi Bupati Lampung Timur

Ditemani suaminya berjalan sambil bergandengan tangan, Nunik menerobos pintu menuju ruangan PTSP yang tak harusnya dapat dilalui orang yang bukan pegawai pengadilan.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim KPK Mustafa PN Tipikor Tanjungkarang

Posting Terkait