Saksi Meringankan Mustafa Ungkap Pembelian Islamic Center

Bandar Lampung – Penasehat Hukum mempertanyakan soal proses pembelian tanah Islamic Center di Lampung Tengah kepada dua saksi yang menurutnya akan meringankan terdakwa Mustafa.

Saksi Hasyim Asngari adalah seorang Wiraswasta yang berkaitan dengan aktivitas Mustafa selama Mustafa menjadi bupati dan dalam pengadaan Islamic senter

“Saya lebih akrab lagi sebelum beliau menjabat bupati. Beliau biasa menyalurkan bantuan anak yatim melalui pengajian , dan setiap malam jumat membagikan juga Santunan anak yatim di tiga kampung dengan cara rutin di lakukannya,”Jelas Hasyim kepada penasehat hukum dari terdakwa.

Selanjutnya, soal isi dari pembagian santunan dari mustafa dirinya awalnya tidak mengetahui.

“Awalnya saya tidak tahu isi amplop ,setelah saya menanyakan kepada salah satu anak yatim isinya 50 ribu kalau untuk sumber dana kami tidak tahu bukan wewenang kami kalau masalah itu,”katanya

Selain itu, dirinya juga mengaku mengetahui proses akan di bangunnya Islamic Center di Lampung Tengah.

“Proses pembangunan Islamic Center,¬† sehabis beliau sudah di lantik dan mengumpulkan¬† Ormas – Ormas islam, Kyai dan Ketua – Ketua NU di lamteng untuk meminta pandangan akan dibangunnya Islamic itu sebagai kumpulnya Jamaah haji,”ucapnya

Sementara, Yahya menjelaskan, bahwa memiliki tanah yang di beli Mustafa untuk di bangun Islamic Center seluas 5 hektar.

“Sekitar bulan 11 ada yang menelepon saya, menanyakan itu tanah siapa yang berada dekat Polres Lampung Tengah, saya bilang tanah saya, yang menelpon itu ajudan dari bupati. Untuk luas tanah saya bilang 5 hektar, “ucap dia kepada Yunus selaku penasehat hukum dari terdakwa Mustafa,” ungkapnya

 

Untuk itu, Yahya menegaskan kepada eks Bupati Mustafa, jika Pemerintah Daerah (Pemda) akan membayarkan berapa.

 

” Saya bilang berapa pemda berani nya, Mustafa bilang¬† ya jangan mahal – mahal, saya minta 10 milyar, beliau nawar sambil ceramah dan akhirnya terjadi 7 milyar, “terangnya

 

Setelah itu, terjadi proses pembayaran oleh Mustafa kepada dirinya selaku pemilik tanah

 

” Awal pertemuan itu pas saya mau pulang di berikan uang 50 juta sebagai Dp, dan 3 milyar dirumah dinas di bulan agustus 2017, 950 juta kemudian 3 milyar di bulan november tahun 2017 yang memberikan parnyono,”pungkasnya

Reporter Agung Kurniawan

Posting Terkait