SDN 2 Kota Bandarlampung Tidak Terima Murid Baru??

Ilustrasi (Ist)

BANDARLAMPUNG,-Sejumlah wali murid Sekolah Dasar Negri 2 Palapa yang berlokasi di jalan Achmad Yani Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung menyayangkan sikap Pemerintah Kota Bandarlampung yang tidak menerima calon pelajar baru pada tahun 2017 – 2018 mendatang.

“Saya dengar bahwa pengalihan fungsi aset daerah Bandarlampung SDN2 palapa menjadi tempat perhotelan, hanyalah sebatas isu-isu biasa. Tetapi, kalau itu memang hanya isu, kenapa SDN 2 Palapa sudah tidak bisa menerima murid baru di tahun ajaran 2017-2018,” keluh salah satu wali murid SDN 2 Palapa, Nila Wati, Selasa (16/5).

Pihaknya sepakat dengan ide pemerintah Kota Bandarlampung untuk pemindahan tempat belajar-mengajar selama SDN 2 Palapa yang akan direlokasi. Asalkan, pemerintah Bandarlampung telah membangun sekolah baru untuk putra-putri penerus bangsa ini dalam mengenyam pendidikan.

“Jika Pemerintah Bandarlampung belum membangun bangunan baru, maka kami tidak akan mau di pindahkan dan di campurkan dengan anak-anak dari SD lain yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk mengeyam pendidikan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh wali murid SDN 2 Palapa, Icha yang mengatakan bahwa wacana relokasi itu secara tidak langsung telah mengganggu psikologi anak dalam mengeyam pendidikan.

“Saya pernah nanya sama anak saya, pelajaran apa nak hari ini. Lalu anak saya menjawabnya bahwa ibu guru hanya membahas persoalan terkait wacana relokasi sekolah. Bahkan hampir setiap hari anak saya bertanya sama saya, nanti sekolahku akan dipindahkan kemana bu, kemudian saya jawab, ibu juga tidak tahu nak,” jelasnya.

“Wacana  relokasi itu berarti sudah terekam dalam ingatan anak – anak sehingga mengganggu aktifitas jam belajar di sekolah,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Bandarlampung, Badri, mengaku bahwa Wali Murid SDN2 Palapa merupakan korban kebohongan yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Ketika sosialisasi oleh Asisten 1 Pemerintah Kota Bandarlampung, Sukarama Wijaya, bahwa pemerintah Kota Bandarlampung akan melakukan pembangunan baru yang akan di tempati oleh siswa-siswi SDN2 Palapa. Namun kanapa Wali KotaBandarlampung, Herman HN ketika di mintai keterangan oleh para kawan-kawan pers, mengaku bahwa tidak ada pembangunan untuk siswa-siswi SDN2 Palapa, kan ini seolah-oleh telah melakukan pembohongan publik,” tegasnya

 

Wacana alih fungsinya tempat mengeyam pendidikan para penerus bangsa menjadi kawasan perhotelan merupakan potret seorang pemimpin yang lebih mengutamakan infatruktur ketimbang memperdayakan siswa-siswi berprestasi.

“Sayang lah kalau SDN2 Palapa ingin di alihfungsikan, sebab, disana banyak potensi-potensi siswa berbakat. Setiap tahunya, SDN 2 Palapa menyumbangkan angka kelulusan terbaik di Kota Bandarlampung, terlebih, SD tersebut berbeda dengan SD yang lain. kalau di SD lain kan pemerimaan siswanya tidak perlu di tes, tetapi tidak seperti SDN2 Palapa, kalau mau memasukan anaknya kesana perlu di tes,” ucapnya

“ Kalau hendak masuk keSDN 2 Palapa, anak tidak bisa membaca, maka tidak akan di terima oleh pihak sekolah tersebut,” ungkapnya.

Jika Pemerinatah masih beroptimis akan melakukan peralihan fungsi tersebut, Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Bandarlampung berserta wali murid SDN2 Palapa mengancam akan melaporkan permasalahan ini ke Kementerian Pendidikan, Komnas Ham dan Kementerian Dalam Negri.

“Kami akan berangkat ke Jakarta beserta wali murid untuk mangadukan permasalah ini,” kecamnya. (JI)

SDN 2

Posting Terkait