Sekadar Numpang Tenar….

Ngupi Pai

Ngupi Pai

Berbicara jabatan seseorang di dunia olahraga tentu banyak hal yang sangat menarik untuk dibahas. Terutama dalam kurun 10 tahun terakhir ini, dimana sulitnya mencari seorang figur atau sosok untuk menjadi seorang pembina pada sebuah cabang olahraga. Tentu sangat berbeda dengan masa-masa keemasan olahraga di tanah air puluhan tahun lalu.

Di era tahun 1980-90 an, banyak orang baik dari kalangan pejabat, pengusaha maupun perseorangan saling berebut untuk menjadi ketua atau pimpinan pada suatu cabang olahraga. Mereka tau apa yang menjadi kewajiban seorang ketua dalam melakukan pembinaan terhadap para atletnya. Yang pasti, korban waktu, perasaan maupun materi (finansial) yang balasannya belum tentu seimbang dengan apa yang telah dikeluarkannya.

Baca Juga:  Uji Coba Arinal

Namun semua itu dilakukan dengan suka cita, ikhlas dan rasa memiliki dan tanggung jawab sebagai orang yang dianggap lebih. Walaupun entah darimana ratusan juta uang yang dikeluarkannya didapat. Korupsi kah, rentenir kah, bisnis kah ataupun sebagai juragan bogor yang uangnya tidak berseri lagi. Tapi apa yang dihasilkan, sebanding dengan apa yang dikorbankan. Dimana para atlet yang dibinanya mampu mengharumkan nama daerah (Lampung) maupun bangsa dan negera ini dipentas Internasional.

Baca Juga:  Karakter Bangsa

Tapi mengapa akhir-akhir ini para penggiat olahraga sangat kesulitan untuk mencari figur calon ketua. Duduk dan mengurusi olahraga tentu adalah orang yang dianggap gila karena hanya menghamburkan uang tanpa memikirkan apa yang didapatnya. Berbanding terbalik dengan saat ini, calon pengurus atau ketua sudah berpikir terlebih dahulu apa yang saya dapat dengan menjadi ketua.

Apa dampak dari semua itu, tentu pada pembinaan para atlet yang memiliki talenta dan bakat. Bahkan tidak sedikit banyak cabor yang mati suri atau jalan ditempat, karena hanya mengandalkan bantuan uang pembinaan dari KONI.

Baca Juga:  Prasangka Herman HN

Kalu hanya mengandalkan bantuan dana dari KONI, tentu tidak susah untuk mencari sosok ketua. Tukang becak, kuli bangunan, tukang parkir maupun siapa saja biasa untuk menjadi ketua salah satu cabor. Terus mau dibawa kemana prestasi olahraga khususnya di Sai Bumi Ruwa jurai tercinta kalau semua itu seperti yang diceritakan di atas.

Ngupi Pai

Posting Terkait