Seorang Petani dihadirkan sebagai saksi Persidangan Kasus Mustafa

Nurhadi Romam, seorang PNS yang diperiksa lebih awal oleh PN Tanjugkarang pada perkara fee proyek Pemkab Lampung di kasus Mustafa. (Foto Agung)

Bandar Lampung – Kasus lanjutan Gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah kembali di gelar dengan menghadirkan tujuh saksi, oleh Penuntut Umum KPK RI di Pengadilan Negeri (PN) Tindak pidana korupsi (TIPIKOR) Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis 15 April 2021.

Saksi diantaranya, Dr. Hadi Nur Rohmam, PNS Lampung Tengah mantan Kasubag Keuangan dinas pendidikan dan Kebudayaan saat ini, M Asyik Syarif Wiraswasta Mantan Direktur CV Ayu, Boby Sutowo Wiraswasta Kontraktor, Usman Gumantif Arif PNS Dinas perhubungan kabupaten Lampung Timur

Baca Juga:  KPK: Mustafa Bakal Jadi Saksi Perkara Achmad Djunaidi

Kemudian, Slamet Anwar Wiraswasta Direktur CV Kurnia Jaya, Abdul Aziz Wiraswasta Direktur CV 69 dan Syarifudin Safari seorang Petani hadir langsung di PN Tanjung karang.

Sebelum memberikan kesaksian atas terdakwa Mustafa, para saksi di ambil sumpah oleh majelis hakim, untuk memberikan keterangan dengan sejujurnya.

Untuk itu, saksi Hadi Nur Rohmam PNS Lampung Tengah di periksa lebih awal terkait penyerahan uang yang diDuga senilai Rp. 1.1 milyar.

Baca Juga:  Simon Susilo dan Budi Winarto dituntut 2,5 Tahun Penjara

Namun demikian, dalam memberikan kesaksian tersebut ia seperti orang yang kehilangan arah saat menjawab pertanyaan JPU.

Dengan alasan, ingin melupakan kejadian tersebut. Sehingga ia tidak mau mengingat, karena menurutnya membuat trauma dirinya.

Kendati demikian, JPU KPK RI Taufiq Ibnugroho tidak percaya begitu saja kepada dirinya dan kembali mencecar pertanyaan.

Dan benar di sela pertanyaan bahwa ia mengaku ada uang yang belum di pulangkan dengan alasan kalau nanti saya gak ada uang, saya ganti dengan pekerjaan kata topik kepada dirinya.

Baca Juga:  KPK Cermati Nama yang Muncul di Persidangan Mustafa

“Nah ini saya sudah tanya dari awal, apakah ada janji yang di berikan saudara topik kepada anda dengan maksud meminjam uang, tadi anda bilang gak ada, anda jangan bikin bingung terlalu mutar – mutar, “tanya JPU

“Karena ada uang yang di pinjam oleh saudara indra staf dari pak topik kepada saya yang pada saat pemimjaman tersebut ia bilang jika tidak di ganti dengan uang akan di berikan pekerjaan, dengan di maksud proyek,” pungkasnya.

Penulis: Agung

Gratifikasi Kasus Mustafa Kasus Mustafa

Posting Terkait