Sidang Kasus Korupsi Dana Desa Digelar

Foto: Ilustrasi. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Sidang kasus korupsi dana desa yang melibatkan kepala kampung Srikaton Lampung Tengah, digelar. Dalam sidangnya di pengadilan negeri kelas 1a Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sahadat, sang terdakwa, dicecar pertanyaan oleh majelis hakim, dan ia pun mengaku menyesal serta memohon pengampunan hakim.

Terdakwa Sahadat seorang koruptor yang berstatus sebagai kepala kampung Srikaton di lampung tengah, disidangkan di ruang garuda pengadilan negeri kelas 1a tanjung karang, atas kasus tindak pidana korupsi yang ia lakukan, dalam pelaksanaan pembangunan kampung, yang menelan dana dengan total anggaran sebesarĀ  565 juta rupiah.

Baca Juga:  IKA- PMII Berharap Dana Desa Harus Tepat SasaranĀ 

Saksi ahli Pujiawati menyebut bahwa, terdakwa Sahadat tidak mengerjakan beberapa proyek yang direncanakan, serta kecacatan pada pengerjaan proyek jalan yang tidak terdapat amparan pasir di dalam onderlah.

Terdakwa mengatakan, ia mencurigai ada organisasi masyarakat yang mengadukannya sehingga kasus ini mencuat, sebab sebelum ia ditangkap, rumahnya didatangi oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai LSM yang meminta jatah kepada dirinya, namun tidak ia berikan.

Baca Juga:  Pemdes Wajib Pasang Papan Informasi Penggunaan Dana Desa

Majelis hakim yang diketuai oleh hakim ketua Ahmad Lakoni, meminta kepada jaksa penuntut umum Riska Putra, untuk dapat menghadirkan LSM yang telah mengadukan terdakwa sebagai saksi dalam persidangan selanjutnya, yang akan digelar pada minggu depan. (*)

Dana Desa

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan