SMK Canangkan Gerakan Sekolah Kompeten


—Kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK/SMA dengan kebutuhan di dunia kerja dalam bidang soft kill dan hard skill masih lemah. Kesenjangan ini dapat dilihat dalam penyerapan tenaga kerja yang masih relative rendah di dunia usaha dan industri yang semakin terus berkembang.

Beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tiga Kabupaten mendeklarasikan Gerakan Sekolah Kompeten (GSK). Pencanangan GSK bertujuan untuk lebih mempersiapkan tenaga lulusan SMK yang handal, terampil dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan.

Pencanangan Gerakan Sekolah Kompeten yang digagas oleh LPP Aero Astra Akademia Tulang Bawang telah dilaksanakan pada pertengahan bulan November lalu . GSK sendiri bertujuan menyiapkan Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil yang dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang berkembang dewasa ini

GSK ini ternyata cukup mendapat respon positif dari kepala sekolah SMK di Kabupaten Mesuji, Kebupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Way Kanan. Tidak itu saja GSK juga mendapat dukungan dari dinas dan instansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabuaten Tulang Bawang.
“Kami mensupport ide dan gagasan gerakan sekolah kompeten, diharapkan bisa menjadi sinergi yang baik di dalam menghasilkan lulusan SMK/SMA yang terampil dan handal,” kata Juhardi Kabid Pelatihan Disnaker dan Transmigrasi Tulang Bawang.
Sementara itu Alexander Denny Primawan mengatakan LPP aero Astra Akademia akan menjembatani penyelenggaraan berbagai kegiatan ketrampilan dan kursus kursus bagi peserta didik seperti sector perhotelan, pariwisata, wira usaha, sector otomotif dan perbengkelan.
Subuh Kurniawan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK Kabupaten Way Kanan mengatakan Gerakan Sekolah Kompeten adalah suatu keharusan untuk mempersiapkan anak didik siap kerja di industri. TIdak itu saja dengan adanya GSK diharapkan siswa kami juga memiliki ketrampilan lain untuk berwira usaha mandiri.
“SMK sebagai pendidikan vokasi sangat mendukung adanya gerakan sekolah kompetensi dan ini bisa bersinergi dengan pendidikan yang selama ini sudah ada,” kata Nurul Huda Ketua MKKS SMK Kabupaten Mesuji.(*)

Posting Terkait