Sri Widodo Untung Miliaran Rupiah Dalam Kasus Suap Fee Proyek di Lampung Utara

Sri Widodo Untung Miliaran Rupiah Dalam Kasus Suap Fee Proyek di Lampung Utara

Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Fajar Sumatera

Bandar Lampung – Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus korupsi fee proyek pada Dinas PU-PR dan Dinas Perdagangan. Dia duduk bersama Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara dan Taufik Hidayat sebagai saksi dengan terdakwa Chandra Safari di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (20/1/2020).

Sri Widodo mengaku mendapat alokasi jatah proyek dari Dinas PU-PR Lampung Utara sebanyak dua kali. Jatah itu diterimanya dari Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif Syahbudin dengan nilai sebesar Rp14 miliar.

“Saya diberi jatah proyek dari Syahbudin. Menurut Syahbudin, pemberian jatah ini dari bapak,” ungkapnya. Kata bapak yang dilontarkan Syahbudin dimaknainya sebagai Agung Ilmu Mangkunegara.

Agung Ilmu Mangkunegara akhirnya memberikan penjelasan kepada Sri Widodo terkait jatah proyek itu. “Pakai-pakai saja,” kata Sri Widodo menirukan ucapan Agung Ilmu Mangkunegara.

Pemberian jatah proyek ini berlangsung selama dua kali. Pertama Sri Widodo mendapat paket proyek senilai Rp10 miliar. Kedua, mendapat paket proyek Rp4 miliar. Dari jatah ini, Sri Widodo membagikannya ke sejumlah orang-orang yang diakuinya sebagai teman-temannya.

“Fee dari paket proyek itu saya minta 10 sampai 15 persen,” terang Sri Widodo.

Dari fee proyek itu, ia untung miliaran rupiah. Keuntungannya itu lalu dipakainya untuk membayar hutang yang menurutnya sudah menumpuk. “Saya banyak hutang. Hidup saya dikejar-kejar hutang,” ujarnya. (Ricardo)

Posting Terkait