Terduga Teroris Supriyanto Dikenal Pendiam

Terduga Teroris Supriyanto Dikenal Pendiam

Foto: Istimewa

PESAWARAN – PASCA penangkapan Supriyanto (39) terduga teroris yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, Jumat (18/5/2018), suasana di sekitar rumah kontrakan di Jalan Asikin RT 01 Dusun Margorejo Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedongtataan Pesawaran, sudah terlihat seperti biasanya.

Hal ini diungkapkan Atif (68) salah satu tokoh masyarakat setempat.

“Memang waktu polisi melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah kontrakan Supriyanto kemarin, saya dan warga sini sangat kaget,” kata Atif, Minggu (20/5/2018).

Ketika ditanya aktivitas Susmiari (39) istri Supriyanto, Atif mengatakan, saat ini istrinya jarang keluar rumah atau pun komunikasi dengan tetangga sekitar.

“Kemarin (Sabtu_red), Susmiari dijemput saudaranya dari Desa Negerisakti, kemudian beberapa saat dianter lagi. Tadi saya lihat dia jemurin pakaiannya, lalu masuk lagi. Kami biasa manggil Mimi aja, klo nama aslinya sih tidak tahu, anaknya dua masih kecil, kasian mas, keliatannya sih, dia masih sangat trauma atas kejadian kemarin,” jelas Atif yang rumahnya bersebelahan dengan terduga teroris.

Baca Juga:  Kapolda Lampung Benarkan Penangkapan Terduga Teroris

Disinggung keseharian Supriyanto, Atif mengatakan kepribadian nya agak pendiam, hanya sesekali tegur sapa dengan tetangga, itu pun kalau hanya ketemu di jalan.

“Orangnya biasa-biasa aja, namun agak pendiam, tegur sapa hanya bila kami ketemu di jalan, saat dia pulang kerja atau pergi ke warung, atau ketemu bila dia abis ngambil sosis tempat pak Yono di depan dekat jalan raya. Memang kerjanya jual sosis di Pasar Tamin, pulang sore sekitar jam 5 an. Namun, kadang juga pulangnya tengah malam, saya ngga tau darimana, kemungkinan pengajian atau yasinan gitu,” papar Atif.

Media ini juga mencoba menelusuri tempat tinggalnya yang ada di Dusun Sinarnegri Desa Negerisakti.

Di sana ketemu Johan tetangganya yang bersebelahan rumah. Johan menuturkan, memang masa kecilnya Supriyanto dia tahu, karena masa sekolahnya dari SD sampai dengan SMA tinggal di kampungnya. Baru pada saat tamat SMA, Supriyanto pernah merantau ke Kalimantan ikut kerabatnya.

Baca Juga:  Polri Tangkap 2 Terduga Teroris di Pringsewu

“Kalau kelahiran Supri itu di Desa Kedondong, namun dari sekolahnya dari SD memang sudah di sini, dan tamat sekolah Supri pernah merantau ke Kalimantan, sebenarnya dia itu orangnya rajin, sering membantu ibunya jualan sayuran di pasar, kalau orang tua lakinya sudah lama meninggal, saat Supri masih kecil,” ungkap Johan, Minggu (20/5/2018).

Johan juga mengungkapkan, memang sekitar enam bulan terakhir sebelum tertangkap, Supri dalam aktifitas mengikuti pengajian lebih sering, apalagi semenjak dia tinggal mengontrak jauh dari orang tua.

“Dulu Supri pernah saya panggil, karena sering ikut-ikut pengajian di luar, saya tanya, pengajian apa, namun kata Supri, pengajian biasa-biasa aja, dan saya sarankan agar dia tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang tidak masuk akal, karena saya lihat semenjak dia ngontrak banyak sekali perubahan, termasuk berkomunikasi di lingkungan sini,” katanya.

Informasi yang di dapat terkait Biodata terduga Teroris sebagai berikut:

Baca Juga:  Polri Tangkap 2 Terduga Teroris di Pringsewu

Nama  : Supriyanto Bin Wer Kadar / Sukinem.

Tempat/Tanggal Lahir : Kedondong, 02 Januari 1979.

Alamat : Dusun Sinar Negeri desa Negeri sakti Kecamatan Gedongtataan. Kabupaten Pesawaran, Adapun Data Keluarga Supriyanto.

– Triyani (Kakak Pertama)

– Mugianto (Kakak Kedua)

– Supriyanto (Tersangka)

– Khoirul Anam. (Bungsu)

Kegiatan sehari-hari, Jualan sosis, bakso di pasar Tamin Bandar Lampung.

Istri : Susmiari

Kedondong : 16 Juni 1979

Kelurahan : Gunungsari Kecamatan Tanjungkarang Pusat.

Anak : KHalil Ubaidilah ( 6 ) dan AlFais Alfarobi (4)

Adapun penangkapan Supriyanto yang dilakukan oleh Densus 88 dan barang bukti yang diamankan di rumah kontrakan sebagai berikut:

1.Satu buah KTP istri dari Supriyanto. Dengan Nama Susmiari.

  1. Satu buah handicam
  2. 8 buah Hp 6 dalam kondisi Rusak
  3. Satu buah kaos jihad bertuliskan (Tidak ada Khilafah Tanpa Tauhid)

5. 3 buah buku yg di dalamnya ada cara membuat BOM. (MH/PS)

805 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Supriyanto Terduga Teroris

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan