Tiga Pengamen Kota Metro Aniaya Pedagang Makanan

Aniaya Adik Ipar, BA ‘Dijemput’ Aparat Polsek Pardasuka di Rumahnya

Ilustrasi. (net)

METRO – WARJIONO (41) pemilik warung makan Lamongan Jaya yang berada di Central Makanan Sumur Bandung, Kota Metro, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pengamen jalanan.

Warjiono babak belur dihajar pengamen sehingga korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Ahmad Yani. Ternyata motif penganiayaan hanya sepele, para pelaku (pengamen) tidak diberi lele goreng, kemudian melakukan tindakan anarkis.

“Sebenarnya masalahnya hanya sepele, karena mereka minta lele goreng tapi tidak saya kasih. Lele goreng tersebut untuk sodokan mereka minum-minuman keras. Datang nggak tak kasih datang lagi nggak tak kasih, datang lagi. Mereka bertiga,” kata Warjiono, Senin (19/3).

Warjiono mengalami luka jahit di bagian kepala sebanyak tiga titik, yakni di kepala sebelah kanan, kepala sebelah kiri, dan pelipis mata kiri.

Selain luka di kepala Warjiono mendapat luka di bagian perut akibat tendangan, lengan akibat pukulan benda keras, dan beberapa luka di bagian tubuh lain.

Diduga alat-alat yang digunakan untuk memukuli Warjiono adalah teh botol, gitar, dan lainnya. Dan, saat ini, barang bukti sudah dibawa ke Polres Metro.

Menurut Warjiono, saat itu, ia sedang menutup daganganya. Tiba-tiba tiga pengamen datang meminta lele goreng. Karena tidak diberi, pengamen itu lantas memukuli Warjiono dengan membabi buta.

“Pas mukulin saya pasti mereka sedang mabuk,” kata dia.

Warjiono juga menjelaskan, dia dan pedagang lainnya sebenarnya resah dengan mereka keberadaan pengamen yang bertingkah polah seperti preman.

“Sudah sering kami kasih tapi justru mencederai kami. Makanya kami kalau sudah larut malam harus cepat pulang. Karena banyak pedagang juga yang takut,” kata salah satu pedagang rekan Warjiono. (*)

290 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Pengamen Kota Metro

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan