UBL Toleransi Mahasiswa Nunggak SPP

Kampus Universitas Bandarlampung. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Ratusan mahasiswa Universitas Bandarlampung (UBL) melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan rektorat kampus yang memberhentikan secara sepihak mahasiswa yang belum membayar SPP pada Rabu (03/10) pagi.

Mahasisiwa yang mengikuti aksi tolak komersialisasi pendidikan ini dan menyesalkan sikap rektorat yang tidak pernah melibatkan anak didiknya dalam merumuskan sebuah kebijakan.

Baca Juga:  Mahasiswa Diharapkan Jadi Agen Perubahan

Rektor Universitas Bandar lampung, M Yusuf Sulfarano barusman saat menemui mahasiswa mengatakan pengisian kartu rencana studi atau KRS bisa dilakukan secara online, dan telah diperpanjang hingga 22 september lalu.

Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, masih ada mahasiswa yang belum melakukan pengisian KRS, untuk mengakomodir tuntutan anak didiknya, pihak Rektor kembali memberikan kesempatan kepada mahasiswa hingga 6 oktober untuk menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi.

Baca Juga:  KPU dan UBL Gelar Diskusi Publik

Pihak Rektor berjanji akan berusaha memenuhi sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh keluarga besar mahasiswa UBL dengan jenjang waktu tertentu.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama mahasiswa yang diwakili koordinator aksi, Dimas Pamungkas, seorang mahasiswa fakultas hukum.

Dimas berharap birokrasi UBL dapat selekasnya merealisasikan tuntutan mahasiswa. Keluarga besar mahasiswa UBL juga diminta untuk turut serta mengawasi jalannya kesepakatan yang telah ditandatangani.

Baca Juga:  Mahasiswa UBL Raih Prestasi di El’s Creative Hub 2017

Aksi ratusan mahasiswa ini berjalan lancar dan tertib, pihak Rektorat mengimbau sebelas mahasiswa non aktif yang mengikuti aksi, segera melakukan pengisian KRS agar dapat mengikuti perkuliahan seperti biasanya. (*)

UBL

Posting Terkait