UMK Tuba Hanya Naik Rp 647

MENGGALA,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang resmi menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk tahun 2022 sebesar Rp. 2.443.960.39,-rupiah.atau naik sebesar 647 rupiah atau setara 0,026 persen.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Tulangbawang Holil Sutan Tulin,pada Kamis 25/11/2021.

Menurut Holil,kenaikan UMK,merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh Pemkab,untuk meningkatkan taraf hidup para pekerja atau buruh.

Mengingat pentingnya kenaikan UMK bagi para buruh, maupun pekerja maupun karyawan,sehingga ketetapan UMK menjadi kewajiban bagi seluruh perusahaan Setulangbawang untuk diterapkan.

“Harus ini menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh Perusahaan mulai Perjanuari 2022,upah buruh atau pekerja disesuaikan dengan UMK,”terangnya.

Menurut Holil,sebelumnya besaran kenaikan UMK dikabupaten Tulangbawang berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan atau disingkat Depakab.

“Depakab mengunakan Formula Perhitungan Upah Minimum sesuai Pasal 26,Peraturan Pemerintah (PP) 36 tahun 2021 tentang Pengupahan,Besaran UMK,ditambah

UU 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja,Edaran Menakertrans RI Nomor: B-M/383/HI.01.00/XI/2021/DAN

SK GUBERNUR LAMPUNG NOMOR: G/634/V.08/HK/2021 TENTANG UMP,”paparnya.

Holil,menambahkan selain telah menempuh berbagai regulasi,kenaikan UMP juga tetap memperhatikan Peningkatan taraf dan kesejahteraan buruh atau pekerja,Iklim Investasi,Produktifitas dan kemampuan usaha.

“Bagian terpenting kemampuan dan keberlangsungan antara pihak perusahaan dengan pekerja,buruh atau karyawan menjadi pertimbangan utama kami dalam menentukan UMK,apalagi saat ini kita masih dalam pandemi Covid-19,artinya stabilitas ekonomi harus tetap diperhatikan,”ucapnya.

Dijelaskan Holil,usai melakukan perhitungan,pihaknya melakukan Sidang Pleno yang dihadiri oleh Defakab,Para Buruh yang diwakili oleh Serikat Pekerja,Pemkab,dan pihak Perusahaan.

“Sudah dilaksanakan Sidang Pleno pada Rabu 24/11/2021 dan menghasilkan kesepakatan jika perjanuari 2022 UMK Tulangbawang ditetapkan sebesar Rp.2.443.960.39,”imbuhnya.

Untuk itu tambah Holil,dengan telah dicapainya kesepakatan UMK dikabupaten Tulangbawang,dirinya meminta agar seluruh pihak mentaati apa yang telah disepakati dan menjadi regulasi yang wajib di ikuti.

“Jika nantinya masih ada perusahaan yang tidak mentaati alias membandel,maka saya minta pihak-pihak yang dirugikan segera melaporkan dengan kami,pasti akan kami tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,”tegasnya.

Disinggung apakah pemkab telah melakukan sosialisasi lisan atau tulisan dengan seluruh pihak perusahaan,Serikat buruh,stake holder maupun pemangku kepentingan lainya,Holil mengaku jika hal tersebut belum dilakukan lantaran kesimpulan baru didapat kemarin.

“Sosialisasi dan himbauan baik terhadap Perusahaan maupun Pekerja pasti kami lakukan,karena UMK ini penting baik bagi perusahaan maupun pekerja,sehingga kelak tidak ada lagi persoalan konflik antara pekerja dengan perusahaan terkait Upah atau gaji,karena sudah ada ketetapan UMK,”pungkasnya.(Fs-Murni.Ac)

Posting Terkait