Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim Berkali-kali Ditegur di Persidangan dan Diminta untuk Jujur

Kenapa Nunik Keluarkan Senyuman Sinis? Ketika Ia Bersaksi, Musa Zainudin Pamit ke Toilet

Chusnunia Chalim dihadirkan KPK untuk diperiksa di dalam perkara suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. Sepanjang sidang, ia ditanyai tentang aliran uang Rp 18 M ke DPW PKB Lampung dari Mustafa. Foto: Ricardo Hutabarat

Fajar Sumatera – Sepanjang bersaksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada Kamis siang, 4 Maret 2021, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim tercatat berulangkali ditegur.

Teguran itu diiringi penegasan agar memberikan keterangan dengan jujur. Teguran datang dari majelis hakim, dan dari jaksa sebagai penuntut umum KPK.

Baca Juga:  KPK Titipkan Penyuap Bupati Mesuji ke LP Bandar Lampung

Terlebih ketika jaksa sebagai penuntut umum KPK menyatakan bahwa berdasarkan keterangan seseorang yang pernah diperiksa, Chusnunia Chalim disebut mempengaruhi Slamet Anwar agar Slamet Anwar mengaku telah menggunakan uang senilai Rp 150 juta.

Padahal uang Rp 150 juta tersebut menurut Midi Iswanto digunakan oleh Chusnunia Chalim. Uang itu adalah bagian dari Rp 18 M yang diberikan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, terdakwa suap dan gratifikasi agar mendapat dukungan DPW PKB Lampung.

Baca Juga:  dr Maya Metissa Akui Siapkan Uang Fee Proyek Untuk Oknum Auditor BPK Lampung

Namun menurut Chusnunia Chalim, uang itu tidak digunakan secara pribadi. Melainkan untuk membangun kantor DPC PKB Lampung Tengah. Uang itu kata Chusnunia diberikan kepada Slamet Anwar, yang dipanggilnya Kyai Slamet.

Meski membantah, jaksa mengatakan, bahwa pihaknya memiliki dan mengantongi kesaksian yang telah diperiksa penyidik.

Bunyi kesaksian itu menurut jaksa bahwa Chusnunia Chalim pernah memanggil Slamet Anwar ke kantor DPW PKB Lampung. Pemanggilan itu usai Chusnunia Chalim baru saja menjalani pemeriksaan di KPK.

Baca Juga:  Mustafa Berdalih Tidak Tahu Pinjaman Dana Rp 300 M

Chusnunia Chalim mengaku tidak pernah mengundang Slamet Anwar. Hanya saja, ia dan Slamet Anwar memang pernah bertemu dengan Slamet Anwar di kantor DPW PKB Lampung.

Bukan hanya jaksa, majelis hakim pun mengingatkannya agar tidak berbohong dan jujur. Selain majelis, pengacara terdakwa Mustafa mempertanyakan apakah Chusnunia Chalim benar mengucap sumpah ketika disumpah.

Sebabnya pengacara mengaku tidak melihat mulut Chusnunia Chalim mengucapkan sumpah karena tertutup masker. Namun Chusnunia Chalim mengatakan bahwa ia benar mengucap ketika disumpah.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim KPK Mustafa PN Tipikor Tanjungkarang

Posting Terkait